Virus Corona di Surabaya
Pesepeda di Surabaya Tetap Bermasker dan Waspadai Angin, Melanggar? Siap-siap Digiring ke Liponsos
Semakin banyak orang bersepeda, tampaknya menjadi fenomena baru di masa transisi. Meski demikian, mereka tetap wajib patuhi protokol kesehatan.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Arie Noer Rachmawati
Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya juga memantau aktivitas warga kota yang banyak bersepeda.
"Kalau ada yang tidak bermasker akan kena sanksi," tandas Irvan.
Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker akan didekati petugas Satpol PP dan petugas khusus.
• UPDATE Harga Sepeda Lipat Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan hingga Rp 5 Juta, Ada Merek Pacific dan Polygon
Pelanggar protokoler kesehatan ini akan berurusan dengan Liponsos.
Sanksinya, mereka akan memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di Liponsos Keputih, Surabaya.
"Yang bandel tak bermasker, bisa diarahkan ke Liponsos lho. Mari bermasker di lingkungan publik," ajak Irvan.
Selain bermasker, ada baiknya untuk sementara, kalau terpaksa bersepeda berkelompok, sebaiknya bersama orang satu kampung.
Atau orang yang sudah dikenal riwayat perjalanan di masa pandemi.
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Arie Noer Rachmawati