Wali Kota Risma Minta Bantuan Dokter PPDS, FK Unair Minta Data Kebutuhan Tenaga Dokter

Permintaan Wali Kota Surabaya untuk disalurkannya dokter dokter PPDS (program pendidikan dokter spesialis) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

sulvi / surya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Dekan FK Unair, Prof Dr Soetojo SpU K dalam kunjungannya untuk memberikan bantuan APD ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Permintaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya untuk dibantu dokter dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)  ke rumah sakit pemkot mendapat respons positif.

Dekan FK Unair, Prof Soetojo SpU K menegaskan siap membantu Pemkot Surabaya untuk mengirimkan PPDS ke rumah sakit yang diminta Risma.

“Kami minta data berapa dokter yang dibutuhkan. Spesialis apa saja yang dibutuhkan, sampaikan ke kami datanya. Akan kirimkan sesuai kebutuhannya. Karena di FK Unair ini ada 25 program studi dokter spesialis,” jelas Prof Soetojo.

Diakui Prof Soetojo sejak pandemi Covid-19 ini, seluruh PPDS FK Unair yang disebar di seluruh rumah sakit jejaringnya ditarik kembali.

Penarikan itu dilakukan untuk memperkuat rumah sakit rujukan Covid-19 yang waktu itu hanya ada dua di Surabaya yakni RSUD dr Soetomo dan RS Unair.

“Di rumah sakit lain tidak ada kasus saat itu. Jadinya kami tarik untuk memperkuat rumah sakit rujukan,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

FAKTA Wali Kota Risma Nangis Sujud di Kaki Dokter, Pemicu Bahas RS Covid-19, Simak Dialog Lengkapnya

Ratusan Massa PDIP Long March ke Polres Lamongan, Titip Surat ke Kapolri: Usut Pembakar Bendera

Ulah Aneh Pelaku Pembakar Mobil Via Vallen saat Diperiksa Polisi: Pura-pura Gila, Jawabnya Ngelantur

Namun dengan banyaknya pasien di rumah sakit lain, apalagi ada permintaan dari Pemkot Surabaya, FK Unair akan menghitung jumlah PPDS yang saat ini ada. Khususnya mereka yang bidang keilmuannya dibutuhkan saat pandemi ini.

“Kami lihat dulu berapa permintaannya dan berapa tenaga kami. Karena tidak semua PPDS juga bisa dikirim. Karena kalau kondisi kesehatan mereka sendiri tidak memadai maka tidak bisa dikirim. Makanya nanti kita hitung,” jelasnya.

Di FK Unair saat ini memiliki 1.700 dokter yang menempuh PPDS ini. Jumlah itu dari 25 prodi dokter spesialis di semua tingkatan yang ada. “Yang bisa kami kirim yang keilmuannya sudah mumpuni. Tidak bisa yang baru menempuh PPDS,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Prof Soetojo menenangkan Risma agar tidak perlu khawatir tentang pandemi ini. Karena FK Unair akan membantu penanganan Covid-19 di Surabaya ini. “Kami akan maksimal untuk membantu menekan jumlah pasien Covid-19 ini,” tuturnya.

Dikatakan Prof Soetojo, lulusan dokter FK Unair sudah lebih dari 10 ribu dan dokter spesialis juga lebih dari 4 ribu. Dan para lulusan itu sudah tersebar di seluruh daerah di Indonesia bahkan hingga ke pelosok negeri.

Para lulusan itu berada di garda terdepan untuk penanganan Covid-19. Tenaga medis sudah melakukan penanganan Covid-19 dengan baik tentunya dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Kami berterima kasih bantuan dari Pemkot Surabaya. Nantinya bantuan ini akan diberikan kepada anak didik kita yang membantu menangani pasien Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan Prof Soetojo, bantuan ini sangat berharga. Karena saat ini para dokter harus melayani dan menangani pasien dengan baik terutama harus mengenakan APD lengkap.

“Tanpa APD tidak boleh melayani pasien,” tukasnya. (Sulvi Sofia/Tribunjatim.com)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved