Virus Corona di Blitar

Hasil Tes Swab 13 Petugas Verifikasi Faktual KPU Kota Blitar Test Dinyatakan Negatif

13 petugas verifikasi faktual data dukungan pasangan bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang sebelumnya menunjukkan reaktif rapid test

SURYA/SAMSUL HADI
Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam menunjukkan tahapan Pilwali Blitar 2020 yang segera dilaksanakan, Senin (15/6/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Hasil tes swab terhadap 13 petugas verifikasi faktual data dukungan pasangan bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang sebelumnya menunjukkan reaktif rapid test dinyatakan negatif.

Tetapi, KPU Kota Blitar masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar terkait tindak lanjut penanganan 13 petugas verifikasi faktual yang hasil tes swab dinyatakan negatif itu.

"Kami masih koordinasi dengan Dinkes, apakah 13 petugas verifikasi faktual itu sudah bisa bekerja kembali atau tetap harus karantina mandiri selama 14 hari, meski hasil tes swab-nya negatif," kata Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya, Selasa (30/6/2020).

Rangga mengatakan 13 petugas verifikasi faktual yang sebelumnya dinyatakan reaktif rapid test itu terdiri atas delapan panitia pemungutan suara (PPS) dan lima petugas tambahan. Dia berharap petugas yang hasil tes swab negatif bisa segera bekerja kembali.

"Sesuai aturan, kalau hasil tes swab-nya negatif, mereka bisa langsung kerja kembali. Tapi, kami tetap menunggu hasil koordinasi dengan Dinkes," ujarnya kepada TribunJatim.com.

16 Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Diusulkan Jalani Isolasi Mandiri di Tempat Karantina

Viral Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi karena Motor, Hati Kalsum Sedih: Keluar dari Rahim Saya

Sebaris Pesan Aneh Pembakar Mobil Alphard Via Vallen, Ditinggalkan di Tembok Rumah Via: Mati Kalian

Menurutnya, hasil tes swab terhadap 13 petugas verifikasi faktual yang dinyatakan negatif menjadi kabar gembira bagi KPU. Khususnya untuk delapan anggota PPS di tingkat kelurahan.

Sebab, tenaga PPS sangat dibutuhkan saat tahapan pemutakhiran data pemilih.

"Setelah verifikasi faktual, kami langsung disambut tahapan coklit untuk pemutakhiran data pemilih. Peran PPS dibutuhkan saat coklit, apalagi dari 8 PPS itu di antaranya menjabat sebagai ketua PPS yang tugasnya mengkoordinir PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih)," katanya kepada TribunJatim.com.

Sebelumnya, KPU Kota Blitar menyampaikan sebanyak 13 dari 102 petugas verifikasi faktual data dukungan pasangan bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang menjalani rapid test hasilnya dinyatakan reaktif. Sejumlah petugas yang reaktif rapid test langsung dilakukan tes swab.

Pelaksanaan rapid test terhadap petugas verifikasi faktual itu sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. KPU ingin memastikan petugas yang terjun ke lapangan dalam kondisi sehat dan bebas Covid-19. (sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved