Ibu Hamil di Kabupaten Blitar Melonjak Tajam, Kini Mencapai 4.022 Lebih

Data di Dinas BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) Kabupaten Blitar, lonjakan jumlah ibu hamil itu terjadi pada tiga bulan kemarin.

Imam Taufiq/surya
bu-ibu lagi antre KB di Puskemas Selorejo Kabupaten Blitar 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Meski tak memiliki dampak langsung namun selama pandemi virus Corona atau Covid-19 ini rupanya jadi pemicu terhadap penambahan jumlah penduduk. Indikasinya, selama beberapa bulan ini, jumlah ibu hamil cukup meningkat luar biasa.

Betapa tidak, baru pertengahan tahun saja, jumlah ibu hamil di Kabupaten Blitar sudah mencapai 4.022 orang. Jika dibandingkan tahun lalu, itu sangat tak sebanding. Sebab, tahun lalu umlah ibu hamil hanya 1.527 orang.

Data di Dinas BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) Kabupaten Blitar, lonjakan jumlah ibu hamil itu terjadi pada tiga bulan kemarin. Yakni, mulai Maret, April, dan Mei. Misalnya, pada Maret kemarin, ada 1.287 ibu hamil, April terdapat 1.408 ibu hamil, sedang Mei ada 1.427 ibu hamil.

"Kalau sejak Januari dan Februari ya lebih dari jumlah itu. Dan, saat ini mereka rata-rata usia kehamilan antara tiga sampai empat bulan," ujar Eka Purwanta, Kepala BKKBN Kabupaten Blitar, Selasa (30/6).

Karena terjadi lonjakan seperti itu, maka pihaknya akan melakukan antisipasi. Sebab, jika tidak, tahun depan bakal terjadi babyboom atau ledakan jumlah bayi. Antipasinya, ia saat ini membuat gebrakan dengan mengratiskan pelayanan multi KB, mulai KB ayudi atau spiral, dan KB implant atau susuk KB.

"Bahkan, sekarangg ini permintaan KB jenis MOP (medis operasi pria) juga meningkat. Kalau tahun lalu, hanya ada satu orang, saat ini sudah ada 22 pria, yang sudah melakukan MOP," paparnya kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, pandemi virus Corona atau Covid-19 ini hanya dampak tidak langsung. Sebab, selama terjadi wabah pandemi itu, orang hanya stay at home sehingga tak bisa pergi ke mana-mana, termasuk melakukan kelanjutan perawatan alat konstrasepsi.

Ratusan Massa PDIP Long March ke Polres Lamongan, Titip Surat ke Kapolri: Usut Pembakar Bendera

Kisah Pedih Gadis Gagal Tunangan, Pernikahan Sirna saat Nyawa Calon Suami Diambil: Cuaca Pun Redup

Polres Sidoarjo Sita Tas Terduga Pembakar Mobil Via Vallen, Berisi Benda Klenik: Kayak Jenglot Gitu

Ditambah adanya pemberlakukan physical distancing sehingga banyak klinik yang tutup karena tak berani melakukan pelayanan. Akhirnya, penggunaan alat kontrasepsi menurun. Itu karena sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatanm

"Makanya, saat ini Keluarga berencana (KB), kami gratiskan, supaya ibu-ibu atau bapaknya mau melakukan KB sehingga angka kehamilan ke depan, bisa dicegah dengan signifikan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Melonjaknya jumlah ibu hamil itu juga diimbangi dengan meningkatnya jumlah ibu yang melakukan KB. Hingga pertengah tahun ini, sudah ada 3.050 ibu yang sudah melakukan Keluarga berencana (KB).

Termasuk, sudah 22 laki-laki yang juga melakukan KB. Dibandingkan dengan tahun kemarin, hanya ada 1.500 ibu yang KB dengan satu laki-laki (yang KB).

"Itu buat mengimbangi jumlah ibu yan hamil. Dan, kami terus melakukan sosialisasi agar ibu-ibu kian sadar untuk melakukan KB. Termasuk, itu kami gratiskan," ujarnya.

Terkait kenapa laki-laki kok harus Keluarga berencana (KB)? Menurut Eka, itu tergantung kesadaran si laki-lakinya. Misalnya, istrinya belum KB, bisa diganti suami yang KB. Perbedaannya, kalau istrinya yang KB, itu harus rutin diperbarui setiap tiga bulan atau tujuh bulan sekali.

"Namun, kalau si suaminya yang KB, itu cukup sekali dan buat selamanya," pungkasnya.(Imam taufiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved