Dugaan Pelecehan Kembali Mencuat di Kampus UNU Blitar, Terduga Pelaku Seorang Dosen

Pengurus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan salah satu dosen terhadap mahasiswi

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
DUGAAN PELECEHAN - Sekretaris BPP UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (13/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • UNU Blitar menonaktifkan sementara dosen terduga pelaku dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi. 
  • PMII menyebut ada sekitar 15 mahasiswi diduga menjadi korban sejak angkatan 2022 hingga 2025. 
  • Kampus membentuk Satgas Etik dan membuka ruang pelaporan serta pendampingan korban.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pengurus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan salah satu dosen terhadap mahasiswi di lingkungan kampus.

Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar telah melakukan langkah-langkah setelah menerima laporan awal dugaan kasus itu. 

Sekretaris BPP UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan menegaskan, pihak kampus tidak main-main dengan masalah ini. 

Kampus Aktifkan Satgas dan Buka Ruang Pelaporan

BPP UNU Blitar telah mengaktifkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) setelah menerima laporan dari seorang mahasiswi pada 23 April 2026.

Satgas PPKPT telah melakukan penelusuran awal, pendampingan, dan membuka ruang pelaporan seluas-luasnya kepada pihak lain yang diduga menjadi korban maupun mengetahui peristiwa itu. 

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Staf Sekolah di Kepanjen Berakhir Damai, Keluarga Sebut Ada Kesalahpahaman

BPP UNU Blitar juga memperkuat proses penanganan masalah dengan membentuk Satgas Etik yang melibatkan unsur dari BPP UNU Blitar untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan independen, profesional, objektif, dan akuntabel. 

Pada Selasa (12/5/2026), Satgas Etik telah menerima perwakilan dari PMII Komisariat UNU Blitar dan LPM Bhanu Tirta sebagai pendamping dari 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban. 

Satgas Etik akan melakukan verifikasi secara serius dan menyeluruh semua informasi, data, dan keterangan yang sudah diterima. 

"UNU Blitar tidak lagi main-main dengan masalah ini. Persoalannya, hal ini tidak mudah, karena menyangkut segala hal. Perempuan tidak mudah untuk melaporkan, karena ada stigma macam-macam dan ada kekhawatiran macam-macam," kata Rudiyanto saat jumpa pers di Kampus UNU Blitar, Rabu (13/5/2026). 

"Kami melindungi pelapor untuk berani. Lewat forum ini kami mengajak teman-teman yang mendampingi dan mengadvokasi, monggo diselesaikan secara tuntas masalah ini," lanjutnya. 

Dikatakannya, kampus UNU Blitar tidak ingin persoalan lama seperti ini terjadi berulang-ulang. 

Kampus juga siap memberikan pendampingan kepada korban kalau ingin membawa masalah ini ke tanah pidana. 

"Kami tidak ingin kecolongan. Kalau masalah ini terjadi berulang ulang, kami merasa tidak serius menanganinya," ujarnya. 

Menurutnya, dari informasi yang diterima, ada 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban tindakan kekerasan seksual oleh salah satu dosen. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved