Virus Corona di Jawa Timur

Tingkat Kesembuhan Pasien di RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur 70%, Hari Ini Total 192 Fix Negatif

Hari ini Selasa (30/6/2020) ada tambahan pasien sembuh dari Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Jawa Timur. Total sudah ada 192 fix negatif virus Corona.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Satu keluarga dinyatakan sembuh setelah dirawat di RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur, Selasa (30/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabar gembira kembali datang dari Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya.

Hari ini, Selasa (30/6/2020) ada tambahan 45 pasien virus Corona ( Covid-19 ) yang terkoversi negatif alias sembuh.

Kepala Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Jawa Timur, dr Erwin Astha Triyono mengatakan dengan jumlah tambahan tersebut saat ini total pasien yang sembuh dari RS Lapangan sudah 192 pasien.

Cewek Ngamuk Ditinggal Mantan Nikah, Hajar Sang Cowok di Pelaminan, Banjir Tangis, Lihat Endingnya

Malam Pertama 48 Jam Berujung Kematian, Istri Tewas karena Ulah Mengerikan Suami, Baru 8 Hari Nikah

"Jika hari ini kita memulangkan 45 pasien yang sembuh, berarti yang dirawat tinggal 50 pasien," kata Erwin, Selasa (30/6/2020).

Erwin menjelaskan, sejak diresmikan 2 Juni lalu, sampai saat ini RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur sudah merawat 245 pasien Covid-19.

Rata-rata setiap pasien dirawat 10-14 hari di RS Lapangan Covid-19 sebelum dinyatakan sembuh setelah dilakukan tes swab.

Pastikan Keamanan Layanan di Tengah Pandemi, BPJAMSOSTEK Cek LAPAK ASIK Kantor Cabang Karimun Jawa

Sakit Hati Gegara Dipecat, Pria Madura Bawa Parang Kejar Bosnya ke Rumah Surabaya, Lihat Endingnya

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Covid-19 di atas 70 persen.

"Prinsip nya tidak lepas dari imunitas atau daya tahan tubuhnya sendiri, sehingga tugas kita tidak ruwet pokoknya nutrisi nya kita cukupi kita jaga agar tetap senang," lanjutnya.

Bahkan, RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur juga mempunyai relawan pendamping untuk memantau keluarga pasien yang ada di rumah agar sang pasien tidak khawatir.

"Misalnya pasiennya ini seorang kepala rumah tangga. Pasiennya kita bantu disini untuk kita rawat tapi yang di rumah kita hubungkan ke dinas sosial yang terkait supaya kebutuhan keluarganya bisa tercukupi," tutupnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved