Berita Persebaya Surabaya
Anggota Bonek Writer Forum Sepakat dengan Sikap Persebaya yang Tidak Setuju Liga 1 2020 Dilanjutkan
Persebaya Surabaya tidak setuju terkait dengan dilanjutkannya kembali Liga 1 2020 di tengah pandemi virus Corona.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Taufiqur Rohman
Membandingkan dengan liga-liga di Eropa yang sudah kembali menggelar kompetisi, Dhion mengungkapkan, klub-klub liga Eropa memiliki finansial yang kuat.
Makanya, wajar bila mereka berani menggelar kompetisi di tengah pandemi virus Corona.
“Klub-klub di Eropa punya finansial yang kuat. Mereka juga mendapat hak siar televisi dari operator kompetisi dalam jumlah besar. Stadion punya sendiri, tidak perlu menyewa seperti yang dilakukan klub-klub di Indonesia. Jadi, wajar jika kompetisi di Eropa kembali bergulir di tengah wabah,” pungkas Dhion.
• Zaskia Gotik Nangis Bongkar Sikap Anak Sirajuddin Mahmud ke Calon Adiknya, Ada Panggilan, Ya Allah
Sebelumnya, Presiden Persebaya, Azrul Ananda menilai, di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, belum layak jika kompetisi kembali dilanjutkan.
"Mengingat, sampai saat ini, selama 3 (tiga) bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan," narasi Azrul seperti dikutip dari laman resmi Persebaya, Rabu (1/7/2020).
"Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola," tambah Azrul Ananda.
• PLN Perpanjang Subsidi Listrik Bantuan Covid-19 hingga September, Di Jatim Capai 49,43% Penerima
Azrul sampaikan, keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub.
Apalagi, saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19 atau virus Corona.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir.
• Ambil Alat Dapur! Yuk Coba 4 Gerakan Mengecilkan Lengan Ala Coach Harris Hotel Bundaran Satelit Ini
Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia.
Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik).
"Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan," pungkasnya.