LSM Mapekat Demo Kanwil Bea Cukai Jatim, Tuntut Tindak Tegas Perusahaan Importir Berdomisili Fiktif

Puluhan orang mengatasnamakan LSM Mapekat gelar unjuk rasa di depan Kanwil Bea Cukai Jatim.Tuntut tindak tegas perusahaan importir berdomisili fiktif.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Suasana gelaran aksi dari LSM Mapekat di depan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim I, Kamis, (2/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -Sejumlah orang membeber spanduk di depan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim I.

Hal tersebut dilakukan sebagai aksi unjuk rasa mendesak Kepala Kanwil menelusuri dugaan pelanggaran ketentuan perusahaan importir

Massa yang terdiri dari puluhan orang mengatasnamakan LSM Mapekat ini merasa harus turun lapangan melakukan kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah.

Emosi Cewek Ditinggal Nikah Mantan, Hantam Mempelai Pria Sampai Nangis, Ending Malah Mengharukan

Pernikahan Berujung Duka, Pengantin Hamil Ambruk di Depan Altar Lalu Meninggal, Lihat Nasib Bayinya

Mereka pun meminta pertanggung jawaban dari Kanwil Bea Cukai Jatim

Mereka berdalih ada pelanggaran dari beberapa importir nakal mengenai identitas perusahaan yang tidak jelas. Dan, tidak berdomisili. 

"Kami menemukan data bahwa administrasi awal untuk menjadi importir itu ada yang domisili bodong. Bagaimana mungkin sebuah administrasi yang cukup ketat bisa lolos. Aneh sekali, ada sebuah konspirasi besar," kata penanggung jawab aksi, Robi, Kamis, (2/7/2020). 

Ada Peningkatan Perjalanan KA, Daop 7 Madiun Peringatkan Pengguna Jalan Waspada Melintasi Rel Kereta

Gelar Aksi di Polres Blitar Kota, Kader PDIP Desak Polisi Usut Pelaku Pembakaran Bendera PDIP

Oleh karenanya mereka meminta Kanwil Bea Cukai Jatim I harus mempertanggungjawabkan untuk penegakan hukum mengenai UU tentang Kepabean. 

Salah satunya yang ditemukan mereka yaitu perusahaan yang berdomisili di Beluru, Sidoarjo. Namun tidak ada fisik dari perusahaan tersebut dan berpindah-pindah domisili.

Sedangkan, perusahaan tersebut sudah diblokir sejak tahun 2016.

"Perusahaan ini betul membayar pajak senilai Rp. 430 miliar tapi hanya satu kiriman. Untuk lain-lainnya pihak Bea Cukai yang lebih paham tidak hanya satu kami juga menemukan ada beberapa perusahaan yang demikian," lanjut Robi. 

Dalam mediasi, Robi mengaku pihaknya kecewa karena Kakanwil tidak bisa menemui mereka.

Penulis: Syamsul Arifin

Editor: Heftys Suud

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved