Breaking News:

Rapid Test Peserta UTBK SBMPTN

Reaksi Calon Mahasiswa Soal Aturan UTBK SBMPTN Bawa Hasil Rapid atau Swab, Syok dan Memberatkan

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 di Surabaya, Kamis (2/7/2020).

ISTIMEWA
Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 di Surabaya, Kamis (2/7/2020).

Satu di antara isi dalam surat edaran tersebut memuat ketentuan bahwa peserta UTBK SBMPTN 2020 diwajibkan membawa hasil rapid test non reaktif atau tes swab dengan hasil negatif.

Surat edaran tersebut menuai beragam reaksi, satu di antaranya dari calon mahasiswa asal Lamongan, Surya Ryan.

BREAKING NEWS: Risma Keluarkan Surat Edaran UTBK-SBMPTN, Peserta Wajib Bawa Hasil Rapid Non Reaktif

Pemuda yang kini tinggal di Pamekasan ini mengaku syok adanya ketentuan peserta tes wajib membawa hasil rapid test atau tes swab.

"Syok sekali, apalagi dengan harga yang begitu mahal buat sekali rapid test sangat memberatkan kawan-kawan yang mengikuti UTBK," kata Surya Ryan kepada TribunJatim.com saat diwawancarai via DM Instagram, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, sangat disayangkan dan membuat para calon mahasiswa kecewa pasalnya tidak semua berkecukupan ekonomi untuk melakukan rapid test atau tes swab.

Emosi Cewek Ditinggal Nikah Mantan, Hantam Mempelai Pria Sampai Nangis, Ending Malah Mengharukan

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

"Kecewa lah, apalagi yang ekonominya kurang akibat pandemi Covid-19. Ditambah dengar kabar ini syok tentunya," imbuh pria yang berencana ingin berkuliah di Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jatim itu.

Hal senada juga dikatakan Ryan Aries, pria asal Gresik.

Ryan Aries menceritakan dirinya ingin mendaftar ke Universitas Sebelas Maret, Fakultas Kedokteran dan melaksanakan ujian UTBK-nya di Unair.

Isi Surat Edaran Wali Kota Risma Soal Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Soroti 4 Hal Penting

Namun, setelah mendengar adanya ketentuan peserta wajib menyertakan hasil rapid test atau swab membuatnya keberatan dan kecewa.

Dirinya berharap, agar Wali Kota Risma bisa mengerti keadaan calon mahasiswa seperti dirinya.

"Saya harap Bu Risma beserta jajaran bisa mengerti keadaan kami yang seperti ini dan bisa memperingan biaya rapid test ini kalau memang ditanggung Pemkot Surabaya. Kalau bisa juga ya digratisin biar kami tidak terlalu merasa terbebani," harapnya.

Aturan UTBK SBMPTN Wajib Bawa Rapid atau Swab Negatif, Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Bagi Tak Mampu

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved