Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Sepekan Jatim Jalankan Instruksi Presiden, Kasus Covid-19 Belum Turun, Angka Kesembuhan Terus Naik

Meski kasus Covid-19 belum berhasil diturunkan, namun Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan angka kesembuhan kasus Covid-19 Jawa Timur naik.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/7/2020). 
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM - Waktu Jawa Timur untuk melaksanakan instruksi Presiden RI Joko Widodo yang ingin agar kasus virus Corona ( Covid-19 ) bisa diturunkan dalam waktu dua pekan, tinggal seminggu.
Meski kasus Covid-19 Jawa Timur belum berhasil diturunkan, namun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, angka kesembuhan kasus Covid-19 Jawa Timur naik.
Per Kamis (2/7/2020), angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur mencapai 35,86 persen.
Dari total 12.245 warga Jawa Timur yang terinfeksi Covid-19, sudah sebanyak 4.391 kasus yang berhasil disembuhkan.
“Dari tingkat kesembuhan, setiap hari secara persentatif kita naik terus. Sekarang angka kesembuhan pasien Covid-19 Jatim sudah mencapai 35,86 persen,” kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/7/2020).
Per hari kemarin kesembuhan kasus ada tambahan sebanyak 192 orang. Hal ini menunjukkan bahwa semangat untuk penanganan Covid-19 di Jawa Timur terus dimaksimalkan.
Sedangkan untuk angka kasus meninggal, dikatakan Khofifah Indar Parawansa, saat ini Pemprov Jawa Timur bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, serta dibantu dengan Pangkogabwilhan II tengah berusaha untuk menurunkan fatality rate kasus Covid-19 Jawa Timur.
Saat ini, update terakhir angka fatality rate Jawa Timur ada di angka 7,76 persen. Dari keseluruhan kasus ada sebanyak 950 orang warga Jawa Timur yang meninggal karena Covid-19.
Dengan pertambahan terakhir kemarin ada sebanyak 22 orang yang meninggal dunia.
“Kita sedang berupaya keras menurunkan fatality ratenya. Maka yang sedang kita tata adalah melalui one gate system untuk memilah rumah sakit mana yang kita khususkan untuk merawat pasien dengan kondisi ringan sampai sedang, dan mana rumah sakit yang merawat pasien dengan kondisi berat hingga sangat berat,” kata Khofifah Indar Parawansa.
Pengendalian fatality rate melalui penataan rumah sakit ini dilakukan Pemprov Jawa Timur bersama koordinasi dengan Pangkogabwilhan II.
Ini penting menurut Khofifah Indar Parawansa, karena korelasinya ada pada fokus penanganan dari tenaga kesehatan, dan juga perlindungan agar tidak semakin banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.
Pembagian pasien dan penataan tersebut dilihat dari beberapa aspek. Mulai jumlah tenaga kesehatannya, dokternya, alat kesehatannya, bed, juga ventilator.
“Hari ini juga akan datang kembali sebanyak 200 bed lagi di Rumah Sakit Lapangan Indrapura. Ini akan menjadi bagian penguatan untuk penanganan kasus Covid-19 di Jatim,” kata Khofifah Indar Parawansa.
Sementara itu, dari jumlah pertambahan kasus baru harian di Jawa Timur memang belum menunjukkan tren yang menurun.
Pertambahan kasus baru di Jawa Timur selalu di atas jumlah 100 orang. Bahkan kemarin jumlah kasus baru mencapai 316.
Jumlah kasus baru masih banyak disumbang dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
Per hari ini attack rate kasus Covid-19 di Surabaya masih terus naik. Kini attack rate kasus Covid-19 Surabaya naik lagi di angka 195 per 100.000 penduduk. Sedangkan attack rate Surabaya Rata ada di angka 119,8.
Sedangkan untuk angka kesembuhan kasus di Surabaya memang terbilang tinggi yaitu 47,6 persen. Namun angka fatality rate atau angka kematiannya juga tinggi yaitu 7,7 persen.
Editor: Dwi Prastika
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved