Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Sistem Reimburse BPJS Buat Pasien Covid-19, Gubernur Khofifah Tegaskan Cukup Sekali Swab Negatif

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS terkait sistem reimburse.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS terkait sistem reimburse rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS terkait sistem reimburse rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Semula ada sistem yang menerapkan klaim pembiayaan perawatan pasien Covid-19 baru bisa diberikan ketika pasien sembuh melalui dua kali hasil tes swab negatif.

Namun seiring dengan sistem baru yang diterapkan oleh WHO bahwa pasien terinfeksi Covid-19 bisa dinyatakan sembuh meski tak melalui dua kali tes swab negatif.

UPDATE CORONA di Nganjuk Kamis 2 Juli, Tambah 9 Kasus Positif Covid-19, Ada 1 Pasien Usia 6 tahun

Cukup sekali atau bahkan jika gejala klinis sudah tidak tampak pada pasien, maka sistem reimbursement rumah sakit oleh BPJS harus dilakukan pembaruan.

Terkait sistem ini, Gubernur Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan otoritas BPJS agar adaptasi dengan sistem baru bisa turut otomatis dengan sistem reimbursement yang selama ini dijalankan.

“Dari rakor yang lalu sebenarnya masih ada yang harus dijelaskan, saya sampaikan kalau agar BPJS tolong koordinasi secara teknis dengan masing-masing rumah sakit rujukan. Nah jadi sekarang sudah mulai ada pelonggaran,” kata Khofifah saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Kamis (2/7/2020).

Emosi Cewek Ditinggal Nikah Mantan, Hantam Mempelai Pria Sampai Nangis, Ending Malah Mengharukan

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

Menurutnya sejumlah rumah sakit rujukan telah bisa menerapkan sistem reimburse atau klaim yang lebih mudah ke BPJS.

Pasalnya ini penting agar rumah sakit bisa terus fokus dalam menangani pasien dan tidak ada layanan yang terganggu.

Sebab selama ini syarat yang ditentukan WHO, pasien sembuh dibuktikan dengan hasil negatif swab sebanyak dua kali turut menjadi syarat klaim BPJS.

Curhat Calon Mahasiswa Soal Wajib Bawa Hasil Rapid atau Swab Buat UTBK SBMPTN, Tak Semua Orang Mampu

“Selama ini sudah ada juga regulasi harus negatif dua kali baru bisa di-reimburse. Tapi sekarang seperti di RSUD dr Soetomo sudah tidak begitu, yang penting gejala klinis sudah tidak ada yang menunjukkan terpapar covid maka Sudah bisa dirembes oleh BPJS,” tegas Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved