Virus Corona di Surabaya

Soroti Membludaknya Pasien Covid-19 di RS, Mahasiswa ITS Rancang SEPIA 'Pengendali Kondisi Udara'

Mahasiwa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ciptakan SEPIA : Sistem Pengendalian Infeksi Airborne Disease Covid-19.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Mahasiswa Teknik Instrumentasi ITS Danu Wahyu Ramadhan menunjukan Desain Hasil Karya SEPIA : Sistem Pengendalian Infeksi Airborne Disease Covid-19 pada Healthcare Suite Berbasis Internet of Things bersama Tony Yurisetyo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditengah masa transisi new normal, kabar baik datang dari tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mereka berhasil menjadi juara kompetisi nasional yang digelar oleh Universitas Diponegoro, Rabu (1/7/2020).

Mereka ialah Danu Wahyu Ramadhan, Tony Yurisetyo dan Dicka Desta Pratama mahasiswa Teknik Instrumentasi ini menggagas inovasi teknologi bernama SEPIA : Sistem Pengendalian Infeksi Airborne Disease Covid-19 pada Healthcare Suite Berbasis Internet of Things.

Pesan Erra Fazira Mantan Emran di Tengah Perceraian Laudya Cynthia Bella, Beri Dukungan: Ada Cahaya

UPDATE CORONA di Nganjuk Rabu 1 Juli, Total 90 Kasus Positif Covid-19, OTG 2.371 Orang, 45.651 ODR

Gagasan SEPIA berhasil memukau para juri di ajang Creadenations 2020 yang digelar secara daring itu, alhasil mereka meraih juara 1 pada cabang lomba Gagasan Kreatif Teknologi Terapan yang mengusung tema Karya Teknologi Pendukung Perlawanan Covid-19 tersebut.

Ketua Tim, Danu menjelaskan, SEPIA merupakan sebuah rancangan inovasi teknologi yang dapat mengendalikan kondisi udara di dalam ruang perawatan pasien Covid-19.

"Berdasarkan hasil penelitian virus Corona berpotensi menular melalui partikel-partikel kecil yang berterbangan di udara karena virus ini berpotensi menular melalui udara, maka kondisi suatu ruang perawatan harus diatur sedemikian rupa agar tidak lembab dan memiliki sirkulasi udara yang baik," terangnya.

GP Ansor dan Banom NU Pamekasan Nyatakan Sikap Tolak RUU HIP: Pembahasan Harus Dihentikan

Nasib Aleesya seusai Laudya Cynthia Bella-Engku Emran Cerai, Ibu Ekspos Potret Haru, Getting There

Berbekal pengetahuan yang mereka dapatkan selama belajar di Teknik Instrumentasi ITS, ia bersama kedua rekannya, Tony dan Dicka, menggagas serangkaian alat yang mampu mengatur suhu, kelembapan, tekanan dan sirkulasi udara secara otomatis.

Selain dapat mengontrol kondisi udara secara otomatis, SEPIA digagas memiliki banyak keunggulan lain.

Pengendalian dan monitoring dapat dilakukan dalam jarak jauh yakni melalui perangkat komputer maupun aplikasi di telepon genggam.

SEPIA juga memanfaatkan HEPA Filter yang diletakkan pada saluran sirkulasi udara sebagai penyaring partikel-partikel kecil dalam udara.

Tak hanya memberikan solusi dalam hal pencegahan penularan, mereka juga menyoroti permasalahan yang timbul dari membeludaknya pasien terinfeksi Covid-19.

Keterbatasan kapasitas rumah sakit di beberapa daerah menyebabkan pemerintah terpaksa memanfaatkan berbagai gedung sebagai ruang perawatan dadakan bagi pasien Covid-19.

“Tentu saja ruang tersebut tidak memenuhi standard penanganan penyakit menular berbahaya karena ruang atau gedung tersebut memang semula tidak diperuntukkan untuk layanan kesehatan," kata mahasiswa semester 6 ini.

Melihat situasi itu, mereka mendesain SEPIA agar dapat bersifat portable dan modular sehingga mudah diaplikasikan di segala ruang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved