Breaking News:

Rapid Test Peserta UTBK SBMPTN

Peserta UTBK SBMPTN 2020 Wajib Bawa Hasil Rapid Test atau Swab, M Sholeh: Lihat Kondisi Masyarakat

M Sholeh mengimbau bagi kampus yang menyelenggarakan UTBK SBMPTN 2020 untuk cukup mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Advokat M Sholeh saat ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Merujuk pada surat Wali Kota Surabaya Nomor 421.4/5853/436.8.4/2020 tentang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau UTBK SBMPTN 2020, dalam poin kedua disebutkan, setiap peserta harus menunjukkan hasil rapid test nonreaktif atau tes swab negatif virus Corona ( Covid-19 ). 

Menanggapi ketentuan tersebut, seorang advokat, M Sholeh, mengaku tidak setuju.

Dia mengatakan, rapid test hanya mendeteksi antibodi seseorang saja. 

"Jadi hanya hari itu saja, perihal kebijakan ini sejatinya kewenangan dari kampus. Semakin ngawur," terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020). 

Dia mencontohkan seperti kendaraan yang keluar masuk Surabaya, itu mengapa juga tidak di-rapid test. Bila demikian, maka menurutnya diskriminasi. 

"Kedua, menurut saya harus melihat kondisi ekonomi masyarakat. Kuliah di PTN (perguruan tinggi negeri) itu biaya sangat besar. Jangan dibebankan lagi dengan biaya rapid test yang tidak murah," ujarnya. 

Peserta UTBK SBMPTN 2020 Wajib Tunjukkan Rapid Test atau Swab Negatif, Gugus Tugas Beber Prinsip

Solusi Pemkot Surabaya untuk Calon Peserta UTBK-SBMPTN yang Sulit Ekonomi Jalani Rapid Test

Mestinya, menurut M Sholeh, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini cukup menyurat ke masing-masing rektor dan dimusyawarahkan.

Dia mengimbau bagi kampus yang menyelenggarakan SBMPTN untuk cukup mengedepankan protokol kesehatan. 

"Cukup pakai masker, physical distancing. Kan sudah ada rapid test massal itu dimanfaatkan, jadi tidak usah rapid test," lanjutnya. 

Sebab, menurutnya, SBMPTN ini hanya seleksi, akan jadi miris bila peserta yang sudah rapid test tidak masuk. 

Curhat Calon Mahasiswa Soal Wajib Bawa Hasil Rapid atau Swab Buat UTBK SBMPTN, Tak Semua Orang Mampu

Polinema Jadi Politeknik Negeri Paling Diminati dalam SBMPN 2020, Ada 17.707 Pendaftar

"Ini tadi ada dua peserta yang bilang ke saya. Tapi nggak mungkin. Karena hanya dua orang. Kasihan bila dibebankan seperti ini," imbuhnya. 

Sebelumnya, pengacara ini gencar menyuarakan penolakan rapid test.

M Sholeh juga berencana menggugat kebijakan tersebut pada Senin (7/7/2020) pekan depan ke Ombudsman. 

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved