Sempat Berada pada Zona Orange, Lamongan Kini Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19, Ini Penyebabnya

Beragam jurus dan strategi Pemkab Lamongan untuk mencegah pandemi Covid-19 belum membuahkan hasil nyata.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Beragam jurus dan strategi Pemkab Lamongan untuk mencegah pandemi Covid-19 belum membuahkan hasil nyata.

Hanya beberapa hari Lamongan sempat berada pada zona orange, kini kembali berstatus zona merah.

Dan ternyata zona merah penyebaran ini terjadi sejak 27 Juni 2020 lalu.

Saat itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 1 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 3 orang dan tidak ada pasien meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat membenarkan jika Lamongan kini berstatus sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

BERITA TERPOPULER SELEB: Bukti Cinta Irwan Mussry Pada Maia hingga Janji Tulus Aleesya ke Bella

Polisi Branding Mobil Patroli dengan Imbauan Cegah Covid-19, Keliling Sambil Bagi-bagi Masker

"Betul. Beberapa hari yang lalu sempat oranye. Tapi balik merah lagi," kata Taufik Hidayat kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020).

Menurutnya, status sebagai zona merah terjadi sejak 27 Juni lalu.

"Ketika itu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 1, sembuh 3 orang dan tidak ada pasien Covid-19, meninggal nihil," ungkapnya.

VIRAL TERPOPULER: Kisah Pasangan Awalnya Dikira Sejenis hingga Penjual Rujak Madura Mirip Syahrini

Kapolres Malang Minta Warga Tetap Waspada Covid-19: Tak Ragu Bubarkan Acara yang Timbulkan Kerumunan

Terkait kriteria zona, ungkapnya, muncul dari aplikasi BLC dari pusat dimana yang mengentri data adalah masing-masing institusi yang terkait data Covid-19 di daerah.

Institusi ini, diantaranya adalah rumah sakit, Laboratorium Swab dan Dinkes.

Dan status ini, akan otomatis keluar dari pemerintah pusat.

"Kriteria zona muncul dari aplikasi BLC dari pusat dimana yang mengentri dari masing-masing instuisi yang terkait data Covid-19 di daerah. Yang diolah oleh sistem dan keluar zona-zona," ungkapnya.

Perubahan Sikap Aurel Dikuak Anang, Berani Ngelawan dan Buat Terdiam, Ashanty: Sakit Hati Pastinya

Banyak Pendaki Kecele Tahu Jalur Pendakian Penanggungan via Tamiajeng Tutup, Pilih Ngecamp di Pos

Saat ini, angka positif Covid-19 di Lamongan memang terus bertambah.

Data resmi Dinas Kesehatan Lamongan hingga 2 Juli sebanyak 50.097 orang berstatus ODR, 993 orang berstatus OTG dan 576 orang berstatus ODP.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved