Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilkada Serentak 2020, PKB Jatim Usung Kader NU di Seluruh Kabupaten/Kota di Jatim: 100 Persen

PKB Jawa Timur memantapkan nama kandidat yang akan diusung di Pilkada 2020.

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Para Pimpinan dewan DPRD Kabupaten/Kota dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Jawa Timur bersumpah (bai'at) setia kepada Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (15/8/2019) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PKB Jawa Timur memantapkan nama kandidat yang akan diusung di Pilkada 2020.

Dari 19 daerah penyelenggara pilkada di Jawa Timur, seluruhnya merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU).

Download Lagu MP3 Bahagia Karo Liyane Safira Inema versi DJ Santuy Full Bass, Dangdut Populer 2020

"100 persen wajib dari NU. Sekalipun, bukan dari PKB," kata Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Fauzan Fuadi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, ada beberapa kategori kader NU yang akan diusung partainya.

Pertama, figur yang memang besar di kalangan Nahdliyin.

Rahasia China Soal Corona Terbongkar, Paksa Warganya Lakukan 1 Hal: Ancaman Jangka Panjang Terbesar

"Tentu, kami memprioritaskan bakal calon yang telah berjuang bersama NU. Baik yang struktural maupun dari yang kultural," kata Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim ini.

Kategori lainnya, figur yang belum bergabung dengan Nahdliyin namun memiliki komitmen membesarkan NU.

"Kalau belum NU, kami "NU-kan"," kata Fauzan menambahkan.

Fauzan menjelaskan bahwa salah satu persyaratan bakal calon yang akan diusung PKB memang harus bersedia menandatangani kontrak politik dengan NU.

Nilai Ekspor Ikan dari Jawa Timur Sempat Turun Dampak Pandemi Covid-19, Udang Justru Naik

Alat Kelamin Pria yang Positif Corona Bisa Ereksi 4 Jam Lebih, Peneliti Ungkap Alasannya

Para calon kepala daerah wajib berkomitmen bahwa setelah terpilih, harus bisa memperjuangkan NU.

Bahkan, setelah rekomendasi dari partai turun, para calon kepala daerah juga harus mengikuti proses bai'at untuk ikut membesarkan NU.

"Kami akan minta persetujuan dan bai'at dari NU dan juga biar ditiup (didoakan agar menang). Sehingga,kalau prosesnya saja begitu maka kalau bukan NU, kan nggak mungkin," kata Fauzan.

Fauzan menyebut alasan partainya mengusung kader NU.

Mangut Iwak Pe Kuah Pedas Bikin Kemringet, Pilih dan Ambil Sendiri Di Depot Bu Mus

Kehidupan Suami Nikahi Transgender, Kuak Rahasia Istri Baru: Tubuhnya Tulen, Istri Sah Diceraikan

Di antaranya, soal kemampuan memimpikan daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved