Breaking News:

Pertamina Siapkan Lahan 20 Ha untuk Relokasi Warga Terdampak Kilang Minyak Grass Root Refinery Tuban

Pertamina telah menyiapkan lahan untuk relokasi warga yang terdampak kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Kecamatan Jenu, Tuban.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Project Kordinator Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Kadek Ambara Jaya menjelaskan perkembangan lahan pada kilang minyak Tuban, Kamis (9/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pertamina telah menyiapkan lahan untuk relokasi warga yang terdampak kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Kecamatan Jenu, Tuban.

Hal itu disampaikan Project Kordinator GRR Tuban, Kadek Ambara Jaya.

Lahan yang disiapkan untuk warga terdampak yaitu seluas sekitar 20 hektare, milik Perhutani yang berada di Desa Sumurgeneng.

Lahan tersebut dipersiapkan untuk sekitar 151 KK yang terdampak dari Desa Wadung.

"Sudah disiapkan lahan 20 hektare milik Perhutani, ya untuk warga yang rumahnya di sana terdampak," ujar Kadek Ambara Jaya kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Dia menjelaskan, kepindahan warga akan dilakukan setelah rumah atau permukiman yang baru sudah jadi dan layak huni.

Tembok Rumah Warga Tuban Roboh Dihantam Gelombang Laut, Sembilan Bangunan Lainnya Terancam

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Pantai Tuban, Hampir Terinjak Kaki Nelayan

Meski begitu, pihaknya juga menawarkan opsi apabila ada warga yang menolak untuk direlokasi. Di antaranya ada yang hanya meminta lahan kavling lalu dibangun sendiri.

"Yang tidak mau kita siapkan opsi, bahkan ada yang sudah relokasi mandiri," pungkasnya.

Sekadar diketahui, lahan yang dibutuhkan untuk proyek strategis nasional tersebut seluas 821 hektare.
Rinciannya lahan warga 384 hektare di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hektare belum dibebaskan atau diukur.

Petani di Tuban Nyambi Jadi Spesialis Pencuri Kotak Amal, Ngaku Jadikan Uang Koin Sebagai Umpan

Seniman Tuban Wadul pada DPRD, Minta Aktivitas Normal, Ngeluh 4 Bulan Tak Kerja hingga Jual Motor

Kemudian ada lahan KLHK 328 hektare, dan lahan Perhutani 109 hektare.

Kilang minyak patungan Pertamina dan Rosneft asal Rusia dengan nilai investasi USD 15-16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun itu, ditarget beroperasi 2026 dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved