Cara Licik Peretas Data Pribadi Denny Siregar, Ada Sistem Keamanan Tak Bisa Disebar: Malah Difoto
Kombes Pol Reinhard Hutagaol kuak cara licik customer service Grapari Telkomsel meretas data pribadi pegiat media sosial kondang, Denny Siregar.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terungkap modus FPH (22) customer service Grapari Telkomsel Rungkut Surabaya meretas data pribadi pegiat media sosial kondang, Denny Siregar.
Kasubdit I Dittipitsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol menerangkan, FPH mencuri data pribadi salah seorang pelanggannya itu dengan cara ilegal akses.
Mulanya, FPH mengakses database pelanggan yang terkoneksi dengan perangkat di gerai tempatnya bekerja.
• Aurel dan Atta Terhalang Restu Anang, Suami Ashanty Ajukan Syarat untuk Keluarga Halilintar: Berani?
• Nafsu Sesat Kakek Surabaya Cabuli 4 Bocah Bergiliran di Gubuk, Iming-iming Es Krim & Snack: Khilaf
FPH mengakses secara ilegal tanpa mekanisme perizinan; sebagai protokol standar keamanan data, dari pelanggan yang bersangkutan ataupun pihak atasan.
"Dia punya akses data terbatas dari data yang diperoleh pelanggan, jadi ada 2 hal yang bisa diakses; akses data tentang pelanggan, dan akses tentang device, atau alat ponsel pelanggan," ujarnya saat konferensi pers, di Mabes Polri Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Reinhard mengungkapkan, sejatinya sistem keamanan data perusahaan Telkomsel, memiliki mekanisme antiganda.
• Pria Mabuk Jember Santai Gotong Kotak Amal ke Kosan, Digerebek: Isi Kotak Rp 4 Juta Sisa Rp 50 Ribu
• Aksi Petualangan Pria Jember Curi Motor di 10 Lokasi, Berakhir saat Ditangkap Warga di Lamongan
Artinya, sistem tersebut secara otomatis tidak menghendaki upaya pengiriman (share), penggandaan (copy-paste) seenak pengakses (user), tanpa izin.
Namun FPH ternyata tak kehabisan akal. Reinhard mengungkapkan, pelaku langsung memfoto tampilan layar monitor komputer meja kerjanya.
Setelah memperoleh data pribadi pelanggan sasarannya itu, dalam bentuk foto bidikan. FPH lantas mengirim secara cuma-cuma foto tersebut ke sebuah akun Twitter @Opposite6890, melalui direct message (DM) sekira pukul 08.00 WIB, Sabtu (4/7/2020) kemarin.
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu, 11 Juli 2020: Hidup Libra Monoton, Pisces Justru Capek Sendiri di Kantor
"Kemudian data itu difoto dicapture, karena memang capture dicopy-paste tidak bisa dalam sistem tersebut, dicapture kemudian foto tersebut dikirimkan melalui DM ke akun Opposite6890," jelasnya.
Tak berhenti disitu, Reinhard mengungkapkan, bahwa tampilan postingan yang terlanjur viral di medsos tersebut, bukanlah tampilan sesungguhnya platform database yang dimiliki oleh Telkomsel.
Ternyata, lanjut Reinhard, ada pihak kedua yang memindahkan ketikan data pada medium tampilan platform lain, yang bentuknya sama seperti tampilan yang telah beredar; font kecil tipe Arial, berwarna hijau, dengan background utama warna hitam.
"Jadi atas perlakuan ini dipostinglah sesuai ini. Ada data pelanggan pada twitter opposite6890 seperti demikian, namun yang tertulis demikian adalah ini ditulis kembali, atau diketik kembali oleh pemilik akun Twitter ini, dan disebarkan," seraya menunjukkan hasil cetakan gambar postingan akun tersebut.
Lalu bagaimana pihak Telkomsel mendeteksi adanya upaya ilegal akses dalam perangkat database pelanggannya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kasubdit-i-dittipitsiber-bareskrim-polri-dan-karo-penmas-div-humas-mabes-polri.jpg)