Breaking News:

Virus Corona di Gresik

7 Bus Karyawan Diberhentikan Satgas Covid-19 Gresik, Abaikan Physical Distancing: Ada yang Berdiri

Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik berhentikan bus karyawan yang abai physical distancing: sampai ada yang berdiri.

SURYA/WILLY ABRAHAM
Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 merazia pengendara yang tidak menggunakan masker di depan Kantor Bupati Gresik, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik terpaksa menggiring sejumlah bus karyawan perusahaan ke pinggir jalan tepat di pintu masuk Kantor Bupati Gresik.

Total ada tujuh bus yang dipinggirkan oleh Satgas Covid-19.

Alasannya? ,ereka melanggar Perbup 22/2020, dimana armada bus diperbolehkan mengangkut penumpang maksimal 50 persen.

Wali Kota Risma Menangis Lemas Hadiri Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Bu Chandra

Fatayat NU Surabaya Mantap Dukung Machfud Arifin, Sosoknya Disebut Tepat Melanjutkan Bu Risma

Tempat duduk diatur dengan menerapkan physical distancing dengan memberikan jarak.

Namun ternyata di tujuh bus itu malah mengangkut penumpang melebihi tempat duduk. Bahkan terlihat sejumlah karyawan ada yang berdiri.

Padahal, sektor industri menjadi sangat rawan dalam persebaran virus Corona ( Covid-19 ).

Apalagi di Gresik ini tergolong kota industri. Para penumpang yang merupakan karyawan itu masih ada yang tidak menggunakan masker.

NEWS VIDEO - Pastikan Kesigapan Anggotanya, Kapoda Jatim Blusukan ke Polsek-Polsek di Gresik

Gara-gara Dibakar Orang, Candi Ganter di Malang Batal Diresmikan Bupati Sanusi: Mungkin Orang Iseng

"Para penumpang dan supir langsung di data. KTP juga langsung disita. Kami surati pihak perusahaan agar patuhi perbup 22/2020,” kata Kepala SatpolPP Gresik Abu Hassan, Rabu (17/7/2020).

Mulai dari petugas Satpol PP, Dishub, TNI/Polri dan sejumlah satgas covid-19 merazia kendaraan yang melintas di jalan Dr Wahidin Sudirohusodo itu.

Operasi masker itu juga menyasar kendaraan pribadi. Tidak sedikit sepeda motor hingga mobil dipinggirkan.

"Jelas melanggar tidak pakai masker kami beri sanksi," pungkasnya.

Kabag Humas Pemkab Gresik, Reza Pahlevi menyebut tidak sampai satu jam operasi para petugas penegak Perbup 22/2020 itu telah memberi sanksi kepada 200 orang lebih. Mayoritas pelanggar didominasi pengendara kendaraan pribadi.

“Semua pagawai Pemkab Gresik wajib menempel stiker penegakan Perbup 22/2020. Bagi yang tidak menempel sticker di kendarannya juga akan diberi peringatan oleh Bupati,” tutupnya. (wil)

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud

Penulis: Willy Abraham
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved