Virus Corona di Surabaya

Karyawan KFC Geruduk Manager Store, Dinilai Langgar Hak Pekerja: Gaji Dipotong, Lembur Belum Dibayar

Store KFC Royal Plaza digeruduk karyawan karena dinilai anti serikat pekerja. Tuntutan sampai ke Disnaker Jawa Timur, mengadu potongan gaji Covid-19.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Hefty Suud
SURYA/TONY HERMAWAN
Belasan karyawan KFC menggelar aksi di depan Mal Royal Plaza, Surabaya, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belasan karyawan restoran ayam goreng cepat saji, KFC menggelar aksi di depan Mal Royal Plaza Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Massa menuntut Manager Store KFC Royal Plaza karena dinilai anti serikat pekerja.

Antoni Matondang Koordinator aksi mengatakan, dugaan itu bermula ketika salah satu pekerja meminta izin untuk melakukan kegiatan berorganisasi.

Penuhi Undangan Jokowi, Raffi Sampaikan Wejangan Presiden: Harus Disiplin dengan Aturan Protokoler

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Haul Sunan Bonang Tuban ke-511 Ditiadakan, Yayasan: ini Kesepakatan

"Priyono, Manager KFC Royal, ini dengan serta merta tidak ada alasan jelas, tidak bisa memberikan dispensasi, ketika kawan Anom Wijaya selaku SPBI KFC akan menghadiri undangan gelar perkara di Disnaker Jatim pada 9 Juli. Tapi Dipersulit dan diberikan sanksi SP.  Lah ini diduga adanya intimidasi dan diduga anti serikat," kata Antoni, Rabu (15/7/2020).

Selain dugaan itu, massa diketahui juga menuntun manajemen ke Disnaker Jawa Timur (Jatim) karena dianggap melakukan pelanggaran.

Yaitu terkait pemotongan upah karena pandemi virus Corona ( Covid-19 ), pemotongan THR tahunan, dan upah lembur yang belum dibayarkan sampai sekarang.

Masa Tunggu Keberangkatan Haji di Sumenep Capai 30 Tahun, Antrean Pendaftar Tinggi Meski Dibatasi

Fakta di Balik Pasien Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit di Malang, Ternyata Ibu yang Baru Melahirkan

"Kami sudah melaporkan 3 kasus yaitu terkait pemotongan upah karena Covid-19, upah THR yang dipotong, dan upah lembur yang belum dibayarkan sampai sekarang," ucapnya.

Dari laporan tersebut, pihak Disnaker Jatim mengundang para pekerja tersebut untuk melangsungkan gelar perkara pada tanggal 9 Juli. 

Namun, kata Antoni, pihak Manager store terkesan menghalang-halangi.

"Realitas undangan itu memang mendadak. Senin (6/7/2020) undangan via WA kami terima dari Disnaker Jatim. Lah kami mendelegasikan Ketua SPBI KFC Anom Wijaya untuk hadiri gelar perkara tersebut. Namun malah diintimidasi kawan Anom mendapat SP 1 hari Jumat paska menghadiri," ujarnya.

Masih kata Antoni, aksi yang berlangsung pada hari ini (15/7), sebetulnya pihak manager store tak memberi izin. Padahal kegiatan tersebut sudah diajukan sebelum jauh-jauh hari.

"Lah yang hari ini kami aksi sudah minta izin dari jauh hari bahkan jadwal sebelum jadi tapi realitasnya berbeda lagi alasannya karena mengejar omzet," ujarnya.

Menindaklanjuti dugaan pelanggaran itu, massa pun kini bergerak ke Disnaker Jatim. 

"Ke Disnaker Jatim kami ingin segera ada pemeriksaan terkait upah ketenagakerjanya," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved