Virus Corona di Pasuruan

Masyayikh dan Ulama di Pasuruan Serukan 10 Poin Cegah Covid-19, Mulai Dzikir hingga Minum Jamu

Masyayikh dan Ulama di Kabupaten Pasuruan keluarkan 10 seruan tingkatkan kesadaran saat pandemi. Mulai doa hingga tertib protokol kesehatan Covid-19.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Hefty Suud
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Masyayikh dan Ulama di Kabupaten Pasuruan mengeluarkan 10 seruan meningkatkan kesadaran pencegahan virus Corona. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Para Masyayikh dan Ulama di Kabupaten Pasuruan, mengeluarkan maklumat.

Isinya seruan kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Total ada 10 seruan yang yang disimpulkan. Diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Alah SWT dengan memperbanyak dzikir, wirid, sholawat dan berdoa agar pasien-pasien yang masih dalam perawatan/isolasi segera sembuh dan dihindarkan dari wabah yang berkelanjutan.

Resmi dari MUI, Berikut Fatwa Soal Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Periksa Protokol Covid-19 di Warkop Sidoarjo, Ada yang Pakai Masker di Dagu: Langsung Periksa

Kedua, sedapat mungkin selalu dalam keadaan suci dengan menjaga wudhu atau segera berwudhu saat batal atau hadast. Ketiga, terus membiasakan diri dengan pola hidup bersih dan sehat sembari berniat semoga terhindar dari segala macam penyakit.

Keempat, rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Kelima, selalu mengenakan masker bila berkegiatan di luar rumah atau berada dalam kelompok orang. Keenam, sedapat mungkin menghindari kerumunan massa.

Karyawan KFC Geruduk Manager Store, Dinilai Langgar Hak Pekerja: Gaji Dipotong, Lembur Belum Dibayar

Polisi Gencar Razia Masker di Pasar Tradisional Kota Blitar, Disiplinkan Protokol Kesehatan Covid-19

Bila terpaksa, tetap gunakan masker dan jaga jarak.

Ketujuh, membiasakan kembali minum jamu-jamuan dan vitamin, serta berolahraga sebagai ikhtiyar menjaga kesehatan.

Kedelapan, selalu mematuhi aturan dan arahan dari pemerintah, utamanya terkait protokol kesehatan dan tata laksana penanganan Covid-19.

Kesembilan, pemulasaran jenazah Covid-19 yang dilakukan oleh petugas RSUD Bangil/RSUD Grati maupun puskesmas telah memenuhi standar syariah islam dan kesehatan, serta sesuai arahan PCNU Kabupaten Pasuruan dan PCNU Bangil.

Kesepuluh, membaca Surat Al Quraisy sebanyak 7 kali dengan mengulang bacaan “Wa aamanahum min khouf” setiap selesai sholat magrib dab shubuh.

Sebelum membaca, didahului bertawassul kepada Rasulullah SAW.

Maklumat tersebut ditandatangani para alim ulama seperti Habib Segaf bin Hasan Baharun (PP Dalwa), KH Nawawi Abdul Djalil (PP Sidogiri), KH Muzakki Birrul Alim (Rois Surya PCNU Kabupaten Pasuruan), KH Abdurrohim (Rois Surya PCNU Bangil), KH Soleh Bahruddin (PP Ngalah), KH Fuad Nur Hasan (Mustasyar PCNU).

Ada juga dari KH Imron Mutamakkin (Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan), Ustadz H Sobri (Ketua PCNU Bangil) dan para pengasuh Ponpes di Kabupaten Pasuruan, serta Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf beserta Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron.

“Semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua dari wabah Covid-19 ini,” kata KH Imron Mutamakkin.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf mengajak semua masyarakat di Kabupaten Pasuruan untuk menyebarluaskan isi seruan dari para alim ulama. Utamanya dalam rangka berdoa untuk keselamatan seluruh warga Kabupaten Pasuruan agar terhindar dari Covid-19.

“Yang membaca berita ini, saya minta untuk disebarkan ke yang lainnya. Melalui media social atau bisa disampaikan langsung dari orang ke orang. Semoga ikhtiar kita didengar oleh Allah SWT,” ucap Irsyad. 

Penulis: Galih Lintartika

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved