Breaking News:

Virus Corona di Lamongan

Wisata Keliling Lamongan Sambil Ngopi di Bus Cafe, Murah Meriah Tarifnya, Cuma Rp 25 Ribu Per Orang

Ingin keliling Lamongan sambil ngopi di tengah pandemi? Coba bus cafe, tarifnya murah meriah.

SURYA/HANIF MANSHURI
Wisata keliling Lamongan sambil ngopi di bus cafe, Kamis (16/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Masa pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir 5 bulan.

Akibatnya hampir semua sektor terdampak, para pengusaha harus memutar otak untuk tetap bisa membangkitkan perusahaannya. 

Termasuk sektor wisata yang biasa melibatkan banyak biro untuk menjelajah destinasi yang ada Indonesia. Mereka kini harus berinovasi untuk tetap bertahan.

Ubaya Gelontor 40 Miliar Buat Bantuan Mahasiswa Selama Pandemi, Penerima Dapat 1 Juta Per Semester

Pelaku usaha biro perjalanan di Lamongan misalnya, praktis sejumlah armada bus yang sejak sebelum pandemi Covid-19 lancar beroperasi ke berbagai tempat wisata, kini mandek total. 

Pengusah biro perjalanan wisata yang berkantor di jalan Andansari ini berinovasi dengan menyulap bus wisatanya menjadi bus cafe

Bus Cafe ini dilakukan oleh PO Biru Samudra Lamongan. PO yang biasanya melayani rute wisata ini membuat armada busnya menjadi bus cafe yang mereka yang disebutnya, Blue Cafe.

5 Gubernur Dipuji Jokowi karena Terbaik Hadapi Covid-19, dari Pulau Jawa Cuma 1 Provinsi

Warkop Dekat TKP Dihampiri Anjing Pelacak setelah Endus Baju Editor Metro TV Yodi Prabowo, Bau Amis?

Tentu, sang pengusaha menawarkan sensai minum segar, kopi dan lainnya dalam bus sambil menelusuri sepanjang jalan pendek di wilayah Lamongan

"Sejak awal pandemi, banyak armada yang nganggu. Praktis tak beroperasi sama sekali," kata Tina Indriani, pemilik PO Biru Samudra dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis (16/7/2020).

Selain itu, kru juga sempat nganggur karena armada juga berhenti. Sementara mereka harus menanggung kehidupan keluarganya. 

Nganjuk Hadapi Penyebaran 2 Virus Sekaligus, Sama-sama Membahayakan Kesehatan, ini Kata Gugus Tugas

Selama hampir 5 bulan, pelaku usaha wisata termasuk jasa transportasi tidak memiliki penghasilan sama sekali sehingga pelaku wisata, khususnya jasa transportasi seperti miliknya yang hanya mempunyai trayek pariwisata harus memutar otak agar bisa bertahan. 

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved