Breaking News:

Pilkada Sidoarjo

Forum PAC PKB Sidoarjo Desak DPP Usung Kader Internal untuk Pilkada Sidoarjo 2020, 4 Nama Potensial

Forum PAC PKB Sidoarjo meminta kepada DPP PKB untuk mengusung kader internal sebagai calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Sidoarjo 2020.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Forum PAC PKB Sidoarjo saat memberikan keterangan ke wartawan terkait rekomendasi dalam Pilkada Sidoarjo 2020, Jumat (17/7/2020). 

Menurut dia, PKB Sidoarjo punya kader potensial yang melimpah. Sehingga seolah tidak patut jika partai dengan perolehan suara terbanyak dan punya kader-kader yang bagus, malah merekomendasi orang luar.

BREAKING NEWS: PDIP Keluarkan 6 Rekomendasi Calon Kepala Daerah di Pilkada Jawa Timur, ini Daftarnya

"Empat nama itu di antara yang paling potensial. Namun, kami tetap patuh pada keputusan DPP. Siapapun yang direkom, kami samikna wa athokna. Mengamankan dan memenangkan," tambah anggota DPRD Sidoarjo dari PKB, Dhmaroni Khudlori, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Dhmaroni Khudlori, kader adalah anggota PKB dan yang layak mendapat rekomendasi adalah mereka yang sudah pernah berjuang atau berkeringat untuk partai. Bukan kader baru atau yang belum pernah berbuat apa-apa dan belum terlihat kiprahnya.

Tentang Nur Ahmad Syaifuddin yang menyatakan mantap bergandengan dengan Mimik Idayana, politisi Gerindra, menurut Dhamroni adalah ikhtiyar pribadi Nur Ahmad sendiri. Tapi keputusan tetap di tangan partai.

Usung Henry-Yasin di Pilwali Blitar 2020, PKB Kerucutkan Koalisi dengan Partai Golkar dan PKS

"Itu haknya Cak Nur (Nur Ahmad). Tapi tetap, forum PAC sepakat meminta kepada DPP agar merekom pasangan cabup cawabup dari internal partai," sambungnya.

Tak dipungkiri, akhir-akhir ini ada pengurus PAC yang condong ke beberapa nama berbeda. Ada ke Nur Ahmad, ada yang cenderung ke Amir Aslichin, ada pendukung Sullamul Hadi Nurmawan, mendukung Anik Maslakah, dan sebagainya.

Hal itu dianggap wajar sebagai pilihan pribadi.

"Tapi untuk forum PAC, kita tetap pada kesepakatan awal. Meminta DPP merekom pasangan dari kader internal. Sidoarjo ini gudangnya kader potensial PKB, masak ambil dari luar," timpal Rojik, juga politisi PKB.

Demi Normalisasi Sungai, Puluhan Bangunan di Tepi Sungai di Sidoarjo Dirobohkan

Bahkan, Rojik menilai, mengusung orang luar dalam Pilkada Sidoarjo itu seolah mencederai tradisi di PKB. Sekali lagi, karena PKB sebagai partai besar dengan 16 kursi di parlemen dan punya segudang kader potensial.

"Tradisinya jelas, ada calon internal kemudian dimintakan petunjuk kepada para kiai dan sesepuh NU. Bukan orang luar," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved