Virus Corona di Jawa Timur
Apersi Jatim Prediksi Penjualan Rumah 2020 Bakal Anjlok hingga 50 Persen, Terdampak Pandemi Covid-19
Apersi Jatim memprediksi penjualan rumah tahun 2020 bakal anjlok sampai 50 persen. Ketua DPD Mahrus Sholeh sebut penyebabnya adalah pandemi Covid-19.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartwan TribunJatim.com, Aminatus Sofya
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Jawa Timur ( Apersi Jatim ) menyampaikan penjualan rumah tahun 2020 bakal anjlok sampai 50 persen.
Dari 20 ribu target rumah yang terjual di tahun ini, kemungkinan hanya tercapai 10 ribu unit saja.
Anjloknya penjualan rumah tahun 2020, disebut juga salah satu dampak pandemi virus Corona ( Covid-19 ).
• Mayat Bayi Terjerat Rafia Dievakuasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya, Diperkirakan Usianya 2 Pekan
• Sinopsis Yeh Teri Galiyan Episode 138 Sabtu, 18 Juli 2020, Serial India Tayang di ANTV
“Karena Covid-19 ini, kami prediksi mungkin hanya tercapai separonya yakni 10 ribu unit,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Apersi Jatim, Mahrus Sholeh, di Malang.
Menurut dia, trend penjualan rumah tahun ini masih fluktuatif. Pada April, misalnya, terjadi penurunan sebesar 40 persen. Namun pada Juni, penjualan meningkat 67 persen.
“Masih fluktuatif. Kalau kami ya berharap naik terus,” ucap dia.
• BREAKING NEWS - Ditemukan Mayat Bayi Perempuan di Sukolilo, Leher Terjerat Rafia Dibuntal Handuk
• Ashanty Miris Lihat Gelagat Millen Depan Ibunya, Dia Diem-diem Stress, Dinasehati Dosa Keluarga
Mahrus menyebut Malang Raya masih menjadi wilayah favorit perumahan disamping Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Tulungagung. Kawasan yang disukai itu terletak di Kecamatan Wagir, Pakis dan Singosari.
“Karena di kota sudah jauh harganya,” bebernya.
Agar sektor perumahan bisa terus produksi, Mahrus berharap perbankan mempermudah realisasi pembayaran nasabah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) kepada pengembang. Sampai bulan Juni, terdapat 4.500 unit rumah yang siap dipasarkan di seluruh Jawa Timur.
Di sisi lain, Head of Consumer BNI Kanwil Malang Agus Haedar Usman mengatakan pihaknya membantu bisnis di sektor perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bentuknya, BNI memberikan pembiayaan bagi 500 pengusaha atau user.
“Saat ini masih dimanfaatkan separo dari kuota. Mudah-mudahan pada Juli dan Agustus ini sudah penuh,” jelas Agus.
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Heftys Suud