Cara Mudah Pastikan Hewan Kurban Sehat, Dinas Peternakan Malang: Lihat Kondisi Mata!
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang ungkap: jelang Idul Adha, belum ada laporan hewan yang mengalami penyakit ternak.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang Hari Raya Idhul Adha di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ), harga hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Malang masih bervariatif.
"Tapi kemungkinan sekarang mulai menurun harganya karena orang melakukan penyembelihan hewan kurban pada saat situasi pandemi ini. Namun, saya dapat informasi kalau sapi limosin masih Rp 48 juta," beber Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo ketika dikonfirmasi, Minggu (19/7/2020).
Selain soal harga, Nurcahyo menerangkan pihaknya belum menerima laporan tentang hewan ternak yang mengalami penyakit ternak, Anthrax salah satunya.
• Putus Rantai Covid-19, Wabup Qosim Berdayakan Masyarakat Bahu Membahu Bersihkan Lingkungan
• Gerakan Satu Juta Masker, Bonek Nganjuk Bagikan Masker dan Edukasi Trisula Wani di Pasar Wage
"Kondisi kesehatan ternak baik. Tidak ada wabah, tidak ada laporan juga dari masyarakat kalau ada ternak yang sakit. Masih normal," beber Nurcahyo.
Menurut Nurcahyo ada penyakit hewan ternak yang paling berbahaya yang patut diwaspadai.
"Penyakit paling berbahaya Anthrax dan luka yang menular itu," ujar Nurcahyo.
• Komplotan Spesialis Pembobol Toko Diringkus Polisi, Incar Warkop Hingga Showroom Mobil
• 3 Bulan Jadi Buron Licik, Kurir Pil Koplo Dibekuk Saat Balik ke Wonokromo Rumah Orang Tua: Kangen
Ada cara mudah guna mengetahui kondisi kesehatan hewan ternak agar tidak salah pilih.
"Pokoknya tidak ada luka kelihatan sehat matanya putih bersih sehat. Kalau sapi bersin-bersin ada indikasi, biasanya petugas diberitahu dan disuntik vaksin," jelas Nurcahyo.
Nurcahyo menegaskan, pihaknya telah memberikan himbauan mengenai penerapa protokol kesehatan pada saat melakukan penyembelihan hewan kurban.
"Kalau menjual harus satu jalur, harus pakai masker jaga kebersihan," tutur Nurcahyo.
Sebagai langkah pengawasan, Nurcahyo sudah menyuruh jajarannya untuk melaksanakan tugas monitoring.
"Panitia penyelenggara dapat rekomendasi oleh teman-teman di lapangan (dinas peternakan)," ungkap Nurcahyo.
Nurcahyo menyarankan agar pembagian daging kurban tidak dilakukan secara berkerumun.
"Nantinya caranya distribusi, tidak mengambil. Jadi panitia kurban diharapkan melakukan distribusi.
Nurcahyo berpesan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi hati sapi atau kambing yang mengandung cacing.
"Kalau warga menemukan cacing hati sebaiknya tidak dikonsumsi. Langsung dibakar atau dikubur saja," sarannya.
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/peternakan-domba-di-kecamatan-jabung-kabupaten-malang.jpg)