Warkop Pitulikur Sediakan WiFi Gratis Bagi Siswa untuk Pembelajaran Jarak Jauh, Ini Syaratnya
Memasuki tahun ajaran baru, siswa-siswi di Surabaya wajib memiliki perangkat android dan jaringan internet guna memulai sistem pembelajaran jarak jauh
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memasuki tahun ajaran baru, siswa-siswi di Surabaya wajib memiliki perangkat android dan jaringan internet untuk memulai sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama Surabaya masih berada di zona merah.
Namun sayangnya, tidak semua orang tua bisa memberikan fasilitas itu kepada anaknya.
Melihat kondisi ini, warung kopi (warkop) Pitulikur di jalan Ngagel memberikan fasilitas wifi gratis pada para siswa yang mau melakukan pembelajaran jarak jauh.
Sehingga di siang hari, sejak Senin (20/7/2020) para siswa terlihat memakai seragam mendatangi warkop tersebut.
• Rahasia Rumah Tangga Maia Estianty & Irwan Mussy Terbongkar, soal Buka HP, Ibu Al El Dul: Demi Allah
• Fabio Quartararo Dedikasikan Kemenangan di MotoGP Spanyol 2020 untuk Semua yang Terdampak Covid-19
Berbekal android dan memakai headset, mereka terlihat serius mengikuti kelas online di antara para pengunjung warkop lainnya.
Husin Ghozali, pemilik warung mengungkapkan ia cukup prihatin melihat sejumlah orang tua yang memang tidak memiliki fasilitas internet.
Sehingga ia memberikan peluang wifi gratis bagi para siswa yang mau belajar.
"Asal tidak main game, ke sini bawa perlengkapannya. Saya kasih wifi gratis dan teh gratis," ujarnya.
• Sudah Pelimpahan Tahap 1, Jaksa Teliti Berkas Pembunuhan Wanita di Lobi Apartemen Surabaya: 14 Hari
• Trending Lagu BCL 12 Tahun Terindah, Kisah di Balik Syuting Video Klip hingga Ditangisi Para Artis
Cak Cong, saapan akrab Husin mengatakan dengan fasilitas ini, para siswa tetap bisa mengakses materi belajarnya.
Selain itu, ia juga bisa mencegah para siswa membolos di warungnya dengan melarang siswa bermain game di warungnya.
"Karena menerapkan jaga jarak, jadinya anak-anak juga tidak terganggu dengan pengunjung lain," lanjutnya.
Salah satu siswa yang datang ke Warkop untuk PJJ, Yohanes Bintang Siahaan, siswa SMKN 12 Surabaya mengungkapkan, mendapat informasi wifi gratis dari teman-temannya.
• Warga Banjarrejo di Magetan Aspal Jalan Secara Sukarela, Tak Digaji Demi Akses Pendidikan Anak
• Tiga Hari Gelar Swab Test di Pasar Keputran, Pemkot Surabaya Temukan 37 Orang Positif Covid-19
Ia pun berangkat dari rumah dengan seragam lengkap pukul 07.00 WIb menuju warkop dengan membawa buku, android dan headset.
"Sebenarnya lebih enak di sekolah, kalau ndak di sekolah rasanya ngantuk kalau belajar," ujarnya.
Tak sendiri, Yohanes juga bersama siswa dari sekolah lainnya terlihat seksama mengikuti materi video conference dari gurunya masing-masing.