Breaking News

Hari Raya Idul Adha 2020

Gawat! Hewan Kurban di Mojokerto Alami Penyakit ORF dan Pink Eye, Apkir: Performa Tidak Bagus

Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto temukan ada hewan kurban alami penyakit ORF ( Ectyma Contagiosa ) dan Pink Eye. Apkir: performa tidak bagus.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/Rombongan Tim Paramedik
Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di lapak pedagang di Kecamatan Jetis. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Paramedik Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menemukan kasus penyakit ORF ( Ectyma Contagiosa ) dan Pink Eye pada hewan kambing.

Hal itu ditemukan saat pemeriksaaan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang hewan ternak, Selasa (21/7/2020).

Pemeriksaaan hewan kurban ini dilakukan oleh dua tim, masing-masing tujuh orang di tempat lapak pedagang hewan kurban.

Lokasinya di wilayah Kecamatan Jetis, Dawarblandong, Kecamatan Gedeg dan Kemlagi.

Wujud Kado Mewah Sirajuddin ke Mertua, Reaksi Ibu Zaskia Gotik Buat Geli Biduan: Lancar Usahanya

Tak Ada Bukti TSM, Yasin-Gunawan Nilai Verifikasi Faktual KPU Surabaya Janggal: Siap Lapor Bawaslu

Kasi Kesmavet dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, drh Heru Tristiono menjelaskan pihaknya menemukan kasus penyakit pada hewan kurban di lapak hewan ternak milik Suwito di Dusun Pecarikan, Desa/Kecamatan Jetis.

"Hasil sementara pemeriksaan hewan kurban cuma ada satu ekor kambing yang terkena penyakit ORF (Ectyma Contagiosa) dalam lapak pedagang di Kecamatan Jetis," ujarnya, Selasa (21/7/2020).

Ia mengatakan penyakit ORF merupakan sejenis penyakit kulit yang mengakibatkan gejala melepuh (Exanthemous) pada kulit, terutama di bagian mulut yang seringkali terjadi pada hewan ternak kambing atau domba.

Kisah Asmara Gelandang Muda Persebaya dengan Model, Gaya Pacaran Sederhana: Sering Gantian Traktir

Pelatih Kiper Persebaya Yakin Rivky Mokodompit Bisa Bersaing di Timnas Indonesia: Harus Kerja Ekstra

Penyebab penyakit ORF disebabkan adanya Virus Parapox yang sangat berisiko menular antar hewan.

"Kami sudah meminta pemilik lapak hewan ternak agar mengapkir kambing yang terkena penyakit ORF jangan sampai dijadikan hewan kurban," ungkapnya.

Menurut dia, penyakit ORF pada kambing atau domba lumrah terjadi namun sebagai antisipasi disarankan agar hewan ini segera dipisahkan supaya tidak menular pada kumpulan hewan kurban lainnya.

Hewan kambing yang terkena penyakit ORF ditandai dengan cat Pilox agar tidak dijadikan sebagai hewan kurban.

Sebenarnya, lanjut dia, jika hewan kambing yang terkena penyakit ORF tetap dijadikan hewan kurban dan pada bagian kulit yang terkena dihilangkan tetap dagingnya masih bisa dikonsumsi.

"Namun kalau dipakai hewan kurban performance nya tidak bagus jadi sebaiknya kambing terkena penyakit ORF sebaiknya diapkir," jelasnya.

Ditambahkannya, jumlah total hasil pemeriksaan hewan kurban di empat kecamatan tersebut sekitar 678 ekor dari 28 lapak pedagang hewan ternak.

Adapun rinciannya 152 ekor sapi dan 389 ekor kambing dari 21 lapak pedagang di Kecamatan Jetis dan Dawarblandong.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved