Breaking News:

Hari Anak Nasional 2020

Gubernur Khofifah Minta Anak Jatim Semangat Raih Cita-cita di Masa Pandemi: Orang Tua Jangan Acuh

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dorong anak-anak di Jawa Timur tetap semangat meraih cita-cita di tengah pandemi Covid-19: orang tua jangan acuh.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beri pesan di Hari Anak Nasional 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong anak-anak Jawa Timur tetap optimis dan semangat dalam meraih cita-cita.

Walaupun saat ini Indonesia masih dalam situasi pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2020, Kamis (23/7/2020), Khofifah berpesan agar anak-anak Jawa Timur tetap melakukan berbagai kegiatan positif dan produktif.

Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2020, Kejati Jatim Bentuk Tim Optimasi Fungsi Sentra Gakkumdu

Dalam Sepekan, Bapenda Kota Malang Sasar 237 Reklame Penunggak Pajak, Potensi Capai Rp 1,56 M

Namun tetap harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19,  yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, serta rajin cuci tangan.

"Tetap semangat, tetap sehat. Jangan putus asa, jaga terus semangat meraih cita-cita setinggi langit. InsyaAllah situasi ini bisa segera berakhir," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (23/7/2020).

Menurut Khofifah, anak-anak rentan mengalami stress selama pandemi setelah mereka terpaksa membatasi kegiatannya untuk belajar, bermain, dan beribadah dari rumah.

Cerita Pilu Pekerja Sosial Kuburkan Jasad Tak Dikenal yang Ternyata Anaknya: Saya Perlakukan Spesial

FAKTA Baru Kasus Kematian Editor Metro TV, Pengakuan Saksi Kunci hingga Teka-teki Sidik Jari Terkuak

"Ini harus menjadi perhatian kita semua. Awalnya mungkin gembira karena bisa di rumah, tapi lambat laun pasti bosan juga karena mereka tidak bisa bermain dan belajar dengan teman-teman sebayanya," imbuhnya.

Maka dari itu, lanjut Khofifah, peran orang tua sangatlah besar dalam membantu anak-anak menyiasati kondisi ini. Jangan sampai orang tua lepas tangan dan acuh.

"Di masa pandemi ini butuh kerjasama dan kolaborasi antara guru, orang tua, dan juga siswa. Dengan begitu semangat belajar anak-anak tetap dapat terjaga," tuturnya.

Khofifah mengungkapkan, peringatan Hari Anak Nasional selayaknya menjadi momentum bersama untuk memberi perlindungan ekstra kepada anak-anak di masa pandemi Covid-19 ini.

Tidak hanya dari situasi belajar-mengajar yang dinilai membosankan dan menguras energi, namun juga dari kemungkinan anak-anak mendapatkan kekerasan dan eksploitasi dari orang dewasa.

"Jujur diakui jika situasi ini juga membuat banyak orang dewasa atau orang tua stres, dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan mengalami kekerasan fisik, psikis, bahkan seksual," terangnya.

Untuk mencegah ini terjadi, tambah Khofifah, maka masyarakat perlu lebih aktif sebagai pelopor dan pelapor kasus kekerasan anak agar setiap anak dapat terlindungi.

Penulis: Fatimatuz Zahroh

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved