Virus Corona di Gresik
OTG Covid-19 Gresik Dituding Keluyuran, Keluarga Bantah: Itu ke RS Surabaya Ambil Obat dan Vitamin
OTG Covid-19 warga Perumahan Gresik Kota Baru dituduh keluyuran. Pihak keluarga bantah: itu bolak balik ke Surabaya ambil obat dan vitamin.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pasien virus Corona ( Covid-19 ) berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Gresik diberitakan keluyuran saat jalani karantina mandiri.
Menanggapi kabar beredar tersebut, pihak keluarga angkat bicara.
Pihak keluarga yang tinggal di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) di Jalan Tanjungwira, Kecamatan Manyar ini membantah kabar anaknya keluyuran saat isolasi mandiri.
• Gegara Injak Kaki, Kakek di Lamongan Dianiaya Pemuda 35 Tahun, Kepala Robek Kena Pukul Kayu Jati
• Lusi, Orang Ketiga di Hubungan Yodi Prabowo-Suci Muncul ke Publik, Pekerjaan & Kondisi Terkuak: Maaf
Puguh, ayah dari pasien positif Covid-19 berstatus OTG mengaku jika selama karantina mandiri anaknya itu memang keluar rumah, tapi bukan keluyuran.
Pasien bolak-balik dari rumah ke rumah sakit yang ada di Surabaya.
"Anak saya tes swab di Surabaya, jadi keluar rumah izin RT, Kepala Desa. Kemudian berangkat ke Rumah Sakit (RS) di Surabaya, bukan kluyuran," ucap Puguh, Selasa, Kamis (30/7/2020).
• Kisah Politisi yang Buru Tongkat dan Songkok Soekarno, Berujung Pada Kematiannya yang Tragis
• Polrestabes Surabaya dan MUI Sepakat Boleh Salat Idul Adha 2002 di Masjid, Takbir Keliling Dilarang
Nah, dalam dua pekan itu, anaknya yang sudah menikah itu bolak balik ke Surabaya.
Pergi ke dua rumah sakit di Surabaya. Sesuai dengan perintah perusahaan yang memfasilitasi karyawan yang positif Covid-19 agar berobat disana.
"Anak saya total tujuh kali ke Surabaya untuk Swab dan ambil obat dan vitamin. Dia juga sama istrinya kesana, karena rapid test dan swab juga," terangnya.
Nah, setelah melakukan empat kali test swab, barulah hasilnya benar-benar negatif. Barulah, anaknya kembali bekerja namun saat ini, work from home (WFH).
"Bukan kluyuran ke luar rumah. Sekarang sudah sembuh dan hasil swabnya sudah negatif Covid-19," terangnya.
Nah, terkait kluyuran hingga beli sayuran itu. Puguh meluruskan, bahwa dia selalu memesan makanan melalui ojek online kemudian katering.
"Saya ada bukti transaksinya. Kapan makanan itu antar. Kadang katering, kadang pesan lewat ojek online," tutup Puguh.
Pria 53 tahun mengaku kenapa baru buka suara sekarang, karena selama anaknya beserta menantunya menjalani karantina mandiri. Dia fokus pada penyembuhan.
Saat ini, anak dan menantunya telah beraktivitas kembali meskipun WFH karena murni kebijakan dari perusahaan.
Tidak ada lagi, spanduk berwarna putih dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Gresik lagi.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua RW setempat, Abdul Rosyid mengatakan saat ini kondisi kedua warganya yang Positif Covid-19 berstatus OTG itu sudah sembuh.
"Spanduk juga sudah dicopot," tutupnya.
Penulis: Willy Abraham
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-pengecekan-suhu.jpg)