Virus Corona di Gresik
Pasca Dipanggil Polres Gresik, Korda BPNT Gelar Rakor Setelah Idul Adha
Setelah mendapat panggilan dari Polres Gresik, Koordinator Daerah (Korda) BPNT Gresik Suwanto akan segera melakukan evaluasi
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Setelah mendapat panggilan dari Polres Gresik, Koordinator Daerah (Korda) BPNT Gresik Suwanto akan segera melakukan evaluasi. Rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) kecamatan seluruh Gresik.
Apalagi, pelaksanaan program Kementerian Sosial itu mendapat banyak sorotan. Setelah terdapat banyak sekali temuan dilapangan yang tidak sesuai prosedur penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Mulai dari jumlah komoditi yang tidak sampai Rp 200 ribu. Bantuan sudah dalam bentuk paketan, KPM tidak bisa memilih. Sudah tidak sesuai besaran harga, kualitasnya buruk lagi. Seperti beras yang diterima oleh KPM banyak kutu.
"Setelah Idul Adha, kita akan menindaklanjuti himbauan dari Mapolres Gresik,” jelas Suwanto kepada TribunJatim.com.
Banyaknya sorotan ini tidak dipungkirinya. Sebab, kinerja tim koordinator BPNT cukup berat. Seperti, satu kecamatan hanya satu koordinator saja.
"Kami untuk melakukan pengawasan pun kita kewalahan,” terangnya kepada TribunJatim.com.
• Cerita Setya Terbantu JKN-KIS saat Derita Gagal Ginjal dan Cuci Darah 2 Kali Seminggu, Merasa Untung
• BREAKING NEWS - Ratusan Pekerja Sor Terob Demo Kantor DPRD Kabupaten Kediri
• Beredar Foto Vernita Syabilla Pakai Seragam dan Atribut PAN, Kader? Ini Jawaban Ketum Zulkifli Hasan
Belum lagi dalam menghadapi kendala dan problem yang timbul saat proses pencairan. Seperti kasus saldo nol, perubahan data kependudukan, hingga keluhan lainnya dari KPM.
Pihaknya berharap ada solusi bersama dari pemerintah ataupun lembaga terkait dalam mengatasi hal tersebut.
“Kami juga sangat ingin distribusi sesuai prosedur, hal itu juga akan memudahkan kita dalam bekerja,” jelasnya.
Tapi, lanjut Suwanto, dinamika dilapangan cukup beragam. Baik dari keterbatasan bahan pangan, jumlah agen, hingga hal teknis lainnya.
“Sebelum pencairan kami biasanya melakukan rapat koordinasi dulu, dimasing-masing kecamatan. Jika bantuan tidak sesuai, KPM berhak mengembalikan kepada agen, tidak perlu khawatir karena masing-masing kordinator kecamatan siap mendampingi,” tutupnya.
Faktanya, KPM takut jika melaporkan bantuan yang diterima. Mereka hanya bisa pasrah.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik memanggil tim koordinasi (tikor) kecamatan pada hari ini.
Salah satunya Tikor dari Kecamatan Cerme. Diduga pemanggilan itu setelah adanya temuan lapangan berupa beras yang diterima KPM banyak kutunya.
Saat ditemui, Kepala Dinsos Sentot Supriyohadi tidak ada ditempat. Kabarnya yang bersangkutan pergi bersama seseorang.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sentot tidak kunjung menjawab hingga berita ini diturunkan. (wil/Tribunjatim.com)