Virus Corona di Jawa Timur
Amati 'Budaya Toron' Saat Idul Adha, Pakar Epidemiologi Minta Pemerintah Waspada Penyebaran Covid-19
Soroti ada budaya toron. Windhu Purnomo Pakar Epidemiolog FKM Unair minta pemerintah waspadai lonjakan kasus Covid-19 usai Hari Raya Idul Adha 1441 H.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (FKM Unair), Windhu Purnomo meminta pemerintah waspadai lonjakan kasus Covid-19 usai Hari Raya Idul Adha 1441 H.
Hal tersebut melihat adanya budaya toron atau pulang kampung yang dilakukan masyarakat Madura setiap Idul Adha.
Arus pemudik perlu diwaspadai terkait penyebaran virus Corona ( Covid-19 ), terutama pemudik dari zona merah, salah satunya Surabaya Raya.
• Nahas Bapak-Anak Boncengan Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Jalur Gumitir, Dilarikan ke RS Banyuwangi
• Babe Cabita Kena Semprot Awkarin Setelah Parodikan Korban Gilang Fetish Kain Jarik: Maaf Nggak Lucu
Bila hal ini tidak waspadai, menurut Windhu, sangat memungkinkan mengubah Madura yang sebelumnya zona kuning menjadi merah.
"Harus diwaspadai ini, karena dari daerah merah ke Madura. Yang dikhawatirkan Madura bisa memerah," kata Windhu, Jumat (31/7/2020).
Windhu menjelaskan saat ini rate of transmission atau rata-rata penularan Covid-19 di Jatim sudah berada di bawah angka satu.
• Surabaya Bakal Punya Taman Berembun di Area Balai Pemuda, Ditarget Rampung 17 Agustus 2020
• UPDATE CORONA di Dunia Jumat 31 Juli 2020, Total Kasus Capai 17,4 Juta, Indonesia Peringkat 24
Namun hal tersebut belum menjadi jaminan bahwa penyebaran virus Corona melandai.
Pihaknya mengajak menunggu perkembangannya dalam sepuluh hari ke depan.
"Tapi angka kematiannya 7,7 persen. Sedangkan target WHO adalah dua persen dan nasional 4,4 persen. Artinya harus diturunkan," bebernya.
Untuk itu, ia mengingatkan, agar masyarakat tidak terlalu euforia dengan new normal atau tatanan hidup baru karena banyak kabupaten/kota yang masih merah dan orange.
"Secara umum masih banyak merah dan orange. Jadi secara umum belum aman dan belum bisa disebut masuk new normal tapi harus diadaptasi. Semua harus menyiapkan infrastruktur protokol kesehatan," ucap Windhu.
Menurut Windhu, masyarakat harus tetap waspada walaupun saat ini tren kasus Covid-19 di Jawa Timur sedang datar.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Heftys Suud