Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Hajatan Nikah dan Sunatan Boleh Digelar di Kabupaten Kediri, Penyelenggara Wajib Rapid Test

Penyelenggaraan hajatan disesuaikan dengan kapasitas tempat, paling banyak 50 persen. Penyelenggara hajatan harus ada pemeriksaan rapid test.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Aksi demo seniman hajatan anggota paguyuban pekerja sor terob di depan Kantor Pemkab Kediri, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kini pekerja sor terob di Kabupaten Kediri bisa bernapas lega.

Tuntutan mereka agar bisa menggelar acara hajatan mendapatkan lampu hijau dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2020).

Rapat pertemuan membahas tata cara dan protokol kesehatan acara hajatan pernikahan dan sunatan dihadiri perwakilan paguyuban pekerja sor terob bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Pemkab Kediri.

Hadir pula aparat kepolisian dan TNI.

Paguyuban pekerja sor terob merupakan perkumpulan dari pekerja seni yang biasa tampil di acara hajatan.

Selain itu, pekerja yang terkait penyewaan sound system, penyewaan tenda, dan katering.

Jumlah anggota paguyuban pekerja sor terob ini mencapai ribuan.

EJGSI 2020, Pramuka Perbaiki 8 Rumah di Kediri, Wali Kota Abdullah Abu Bakar Ikut Gotong Royong

Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Pilwali Blitar 2020, Polisi Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

Pekan lalu, mereka berdemo di Kantor Pemkab Kediri.

Sejak pandemi virus Corona atau Covid-19, ada larangan menggelar acara hajatan pernikahan dan sunatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved