ITS Berhasil Loloskan Tujuh Tim di Program KBMI Kemendikbud, Beri Pembinaan Selama Seminggu
Sebanyak tujuh tim dari ITS lolos dalam program Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan ekosistem wirausaha di lingkungan ITS membuahkan hasil.
Sebanyak tujuh tim dari ITS lolos dalam program Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Arief Abdurrakhman, Kepala Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan dan Karir Direktorat Kemahasiswaan ITS mengungkapkan, KBMI ini adalah program unggulan yang sudah berjalan mulai tahun 2017 dengan nama awal Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia.
• Berbasis Domisili, Mahasiswa UM Surabaya Buat Inovasi untuk KKN Alat Pencuci Tangan Otomatis
• Jelas Sudah Penyebab Ledakan Dahsyat Lebanon, Ahli Kuak Sumber Benda ‘Lihat Warna Asap & Daya Ledak’
Menurut Arief, KBMI ini merupakan manifestasi dari prinsip Kampus Merdeka yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa dan kemampuan wirausaha mahasiswa di Indonesia.
“Untuk KBMI 2020, ITS mengirimkan sebanyak 10 proposal usaha sesuai kuota maksimal pengajuan. Proposal yang dikirim merupakan hasil terbaik dari seleksi internal yang dilakukan oleh tim kewirausahaan ITS," urainya.
Ia merinci, dari total 30 tim yang mengajukan judul, kemudian dipilih 10 tim terbaik yang maju ke KBMI.
Dari 10 tim yang berkompetisi, total ada tujuh judul proposal dari ITS yang berhasil lolos untuk didanai.
"Dengan total persentase 70 persen tim yang lolos membuat ITS menjadi salah satu kampus dengan tim terbanyak didanai," lanjutnya.
• Hendak Laporkan Hasil Kerja, Pria di Kediri Kaget Dapati Manajer Pengolahan PG Meritjan Tak Bernyawa
Dukungan kampus diberikan dengan melakukan pembinaan selama seminggu kepada 10 tim yang maju.
Dengan memberikan ilmu tentang proposal, pola pikir kewirausahaan, dan juga bidang usaha.
“Hal ini dilatarbelakangi karena ITS sebagai PTN BH bisa bertanggung jawab secara moril dengan memberikan teladan dalam hal pembinaan program kewirausahaan,” jelas dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS ini.
Arief menambahkan, mahasiswa ITS memiliki kewajiban dan kebutuhan untuk mengikuti kompetisi ini, agar bisa bersaing secara nasional dengan kampus lain.
• VIRAL Pasutri Beda Usia 18 Tahun, Seminggu Pacaran Langsung Nikah, Momen Mesranya Trending Tik Tok
Dengan bekal sumber daya manusia dan institusi yang baik, ini merupakan amanah yang wajib diinterpretasikan dalam kompetisi seperti ini.
Setelah kompetisi berakhir, Arief berharap kegiatan wirausaha mahasiswa tetap bisa terus berjalan. Karena menurutnya, namanya bisnis itu tidak hanya berhenti di atas meja, panggung, ataupun selembar piagam. Inovasi dan kreativitas wirausaha tetap berlanjut terus.
"Kompetisi sesungguhnya itu adalah persaingan dengan kompetitor di dunia nyata, menang di dunia nyata dengan menjadi leader di tengah banyaknya kompetitor yang ada,” tandasnya. (Surya/Sulvi Sofiana)
Editor: Pipin Tri Anjani