Virus Corona di Banyuwangi

Bantu Dapatkan Pupuk Bersubsidi, Banyuwangi Usulkan 113 Ribu Petani Lewat e-RDKK

Pemkab Banyuwangi mendaftarkan 113 ribu lebih petani ke dalam sistem e-RDKK untuk pemenuhan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat menghadiri sosialisasi e-RDKK dan Kartu Tani di Kantor Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jumat (14/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), sektor pertanian tetap mendapat perhatian khusus dari Pemkab Banyuwangi.

Salah satunya, Pemkab Banyuwangi mendaftarkan 113 ribu lebih petani ke dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( e-RDKK ) untuk pemenuhan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah, petani harus terdaftar dalam e-RDKK, sistem penyusunan online rencana kebutuhan kelompok tani dalam satu musim tanam, meliputi kebutuhan benih, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian, hingga modal kerja.

“Untuk itu, sejak 2017 hingga 2020, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi sudah mengusulkan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi 113.895 petani melalui e-RDKK. Dengan pupuk bersubsidi ini, kami berharap petani bisa memenuhi kebutuhan pupuknya dengan harga yang terjangkau,” kata Abdullah Azwar Anas, Jumat (14/8/2020).

Menurut Abdullah Azwar Anas, penggunaan e-RDKK ini dapat memperketat penyaluran pupuk bersubsidi sehingga tidak mudah diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk.

Dr Tirta Bakar Motivasi Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Cerita Perjalanan hingga Punya 62 Usaha

Dengan e-RDKK, data akan lebih mudah dipantau sehingga penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar jatuh tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan.

Selain itu, data e-RDKK ini juga penting karena menjadi referensi bagi pembagian Kartu Tani dari Kementan kepada petani.

Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota kebutuhan pupuk bersubsidi petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani yang diinput dalam e-RDKK.

Kartu Tani merupakan kartu yang dikeluarkan oleh perbankan untuk petani, yang dapat digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi.

Pasien Positif Covid-19 di Banyuwangi Masih Bertambah, Anas Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

“Jadi dengan e-RDKK dan Kartu Tani, tidak akan sampai terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Sebab, alokasi yang diberikan pemerintah telah disesuaikan dengan usulan kita. Jadi butuhnya berapa, itu yang diberikan. Jadi bapak/ibu akan mendapat sesuai data yang diinput di e-RDKK,” kata Abdullah Azwar Anas.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar petani segera mendaftar e-RDKK untuk memperoleh Kartu Tani.

Syaratnya, petani memiliki e-KTP, melakukan usaha tani, dan tergabung dalam kelompok tani yang menyusun e-RDKK.

Untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan maksimal luasan usahanya 2 ha. Pupuk subsidi juga dapat diperuntukan bagi petambak ikan/udang dengan luasan maksimal 1 ha per musim tanam.

Tiga Hari Survei Keliling Alas Purwo hingga Kawah Ijen, Kementerian PUPR Pacu Pembangunan Banyuwangi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved