Breaking News:

Pilkada Gresik

Bawaslu Gresik Temukan Dugaan Pelanggaran, Petugas Coklit Bekerja Tak Sesuai Peraturan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik mengintruksi kepada Panitia pengawas di kecamatan untuk melakukan audit hasil coklit jelang 2 hari

Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni Iskandar
Istimewa
Susasana kantor Bawaslu Gresik, Senin (28/1/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik mengindtruksikan kepada Panitia pengawas di kecamatan untuk melakukan audit hasil Pencocokan dan Penelitian (Coklit)  jelang 2 hari terakhir, tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 13 agustus 2020.

Peroses audit hasil Pencocokan dan Penelitian (Coklit)  tersebut dilakukan serentak di 18 Kecamatan di kabupaten Gresik oleh pengawas tanpa terkecuali dan dua kecamatan kepulauan yakni sangkapura dan tambak.

Banyaknya temuan pelanggaran pada audit yang pertama dilakukan Bawaslu yang menghasilkan 13 saran perbaikan di masing-masing kecamatan.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik masih menemukan rumah bakal calon pemilih yang diduga belum dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit), Jumat (14/8/2020).

Petugas coklit diduga tidak menjalankan tugas sesuai prosedur. Sehingga, Bawaslu melayangkan saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Gresik.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Gresik M Syafi’ Jamhari, mengatakan, jajaran Panitia pengawas pemilu Kecamatan melakukan audit tahapan coklit. Ternyata, masih ditemukan dugaan pelanggaran.

Reaksi Tubuh Disuntik Vaksin Corona, Tidur Pulas & Nafsu Makan? Relawan Ungkap Cerita, Ada Pantangan

Kebohongan Pernikahan Rizki DAcademy Dikuliti? Mertua Emosi Ngaku Tak Dihargai: Nadya Itu Anakku

Tiba-tiba Saja Hotman Paris Tegaskan Fakta Soal Suami Syahrini, Bongkar Nasib Sahabat: Dapat Konglo

Diantaranya, A.A2.KWK berupa stiker tidak ditempel, Petugas Pemutakhiran data pemilih (PPDP) tidak sesuai prosedur pengisian coklit. Seperti tidak ditulis tanggal dan nama pemilih baru dan juga stiker yang belum ditempel melainkan disimpan pihak rumah.

“Hal ini menandakan tidak dilakukan penyandingan dokumen kartu keluarga pada proses coklit oleh PPDP,” kata Jamhari, selaku Koordinator Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL).

Lebih lanjut Jamhari, mengatakan, beberapa desa dan Kecamatan yang terdapat pelanggaran yaitu banyak rumah yang belum di coklit di Kecamatan Manyar, diantaranya perumahan Griya Suci Permai, Jalan Magetan Perumahan Gresik Kota Baru dan Jalan Besuki, di kecamatan Ujungpangkah. “Masih banyak lagi dugaan pelanggaran oleh PPDP dalam coklit,” imbuhnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik Moh. Imron Rosyadi mengatakan, adanya temuan-temuan jelang berakhirnya tahapan coklit ini mulai dari temuan pemilih yang belum didata sampai stiker A.A.2-KWK di rumah warga.

“Karena A.A.2-KWK tidak sesuai juknis. Sehingga tindak lanjut temuan ini kita saran perbaikan berupa coklit ulang di wilayah-wilayah yang sudah diberikan saran perbaikan ke KPU Kabupaten Gresik,” kata Imron kepada TribunJatim.com.

Terpisah, anggota Komisioner KPU Kabupaten Gresik Sidik Noto Negoro, mengatakan, saran dari Bawaslu Kabupaten Gresik harus dilihat dulu. “Dilihat dulu, belum dicoklit karena apa?. Apa karena human error, PPDP tidak bertugas sesuai aturan atau saat dicoklit tidak bisa ditemui. Bawaslu harus memberi kepastian, bukan dugaan,” kata Sidik. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved