PIlkada Kota Pasuruan
Perang Bintang di Pilwali Pasuruan, Duel Gus Ipul Vs Ahmad Dhani, Incumbent Jagoan PDIP Tak Takut
Siapakah yang akan menang di Pilwali Pasuruan jika terjadi duel perang bintang antara Gus Ipul dan Ahmad Dhani, simak jawabannya?
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Aroma perang bintang di Pilwali Pasuruan 2020 diperkirakan akan terjadi.
Ini setelah sejumlah partai serius mendorong publik figur dan tokoh turun gelanggang maju Pilkada Kota Pasuruan yang akan digelar 9 Desember 2020.
Jika PKB getol mendorong dan mencalonkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul jadi calon wali kota Pasuruan di Pilkada 2020, kini giliran Partai Gerindra yang menyuarakan akan mengusung musisi Ahmad Dhani sebagai calonnya.
Gus Ipul adalah mantan Menteri di era pemerintahan Presiden SBY sekaligus mantan Wakil Gubernur Jatim dua periode.
Ahmad Dhani merupakan musisi asal Surabaya dan pentolan Band Dewa 19 sekaligus politisi Partai Gerindra.
Ahmad Dhani rencananya akan diusung oleh koalisi 9 bintang.
Dengan popularitas dan ketokohan yang dimilikinya, suami Mulan Jameela tersebut dinilai layak untuk turun dalam pertarungan Pilkada Kota Pasuruan.
Jika skenario tersebut terwujud, maka perang bintang di Pilwali Pasuruan 2020 tak terhindarkan.
Apalagi, selain Gus Ipul dan Ahmad Dhani, PDIP, NasDem dan Hanura telah terlebih dahulu memastikan mengusung bintang incumbent yakni Raharto Teno Prasetyo berpasangan dengan Hasjim Asjari.
Teno saat ini adalah Wali Kota Pasuruan.
Ketua DPC Gerindra Kota Pasuruan Ahmad Zubaidi mengatakan, ada beberapa alasan yang membuatnya mengusulkan Ahmad Dhani.
Salah satu alasan kuatnya adalah pihaknya perlu figur kuat yang sepadan dan bisa menandingi dua pihak yang dipastikan akan turun dalam pertarungan Pilwali Pasuruan 2020.
"Kami berusaha menginventarisir figur yang dimungkinkan tidak terlalu susah menjual, dan tidak butuh waktu untuk bersosialisasi dalam waktu yang lama," tegas Zubaidi, Jumat (14/8/2020).
Karena pertimbangan itu, ia mencoba mengikhtiarkan ke pimpinan pusat untuk mengusung musisi papan atas tersebut. Ia juga tidak mungkin mengusulkan nama yang susah dikenal.
"Kalau bisa, kami harus bawa nama yang sekali sebut orang langsung tahu dan wow. Tidak mungkin kita mengusung A atau B yang notabene tidak banyak dikenal," jelas dia.
Ia menyebut, waktu pendaftaran semakin dekat dan tidak mungkin untuk mengusung figur yang susah untuk dijual.
Apalagi, yang turun dalam Pilwali Pasuruan 2020 adalah figur yang sudah lebih dulu terkenal seperti Gus Ipul atau Teno.
"Ini kami sedang meminta tolong teman di Jakarta untuk difasilitasi. Kami akan tunggu 1 - 2 hari kabar Mas Dhani ersedia dan kesiapannya. Kita tetap on the track tidak kanan atau kiri, lurus ke depan mengusung sendiri," tambah dia.
Dia menyebutkan, ini adalah bagian ikhtiar di rombongan tengah. Ada dua kemungkinan yang akan diambil, yakni menghadirkan sosok interlokal dan sosok lokal.
"Sosok interlokalnya ya Mas Dhani. Di Pasuruan kan juga belum pernah ada calon dari kalangan artis. Saya kira perlu ada suasana dan cuaca yang lebih berwarna sekali - kali," ujar dia.

Ia juga menyiapkan skema lain jika memang Ahmad Dhani tidak bersedian turun dalam Pilwali Pasuruan 2020
Ia menyebut, sudah menyiapkan figur lokal yang akan diusung nantinya.
"Jadi, kami sedang berproses untuk tidak melirik kanan atau pun kiri. Kami melakban lampun sein di koalisi kami. Artinya , kami hanya menyalakan dua lampu sein untuk lurus saja mengambil poros tengah," papar dia.
Zubaidi menyebut, sejauh ini belum ada pembicaraan mendalam untuk posisi Ahmad Dhani akan dicalonkan sebagai Walikota ataupun Wakil Wali Kota. Ia hanya menunggu kabar bersedia atau tidaknya.
"Kami masih berusaha melamar. Kalau bersedia, kami akan bicarakan lebih lanjut. Kalau bisa kombinasi figur interlokal dan lokal akan menambah kekuatan di poros tengah dan saya yakin bisa menjadi pesaing poros kanan dan kiri," ungkapnya.
Jika memang ini terjadi, maka Pilwali Pasuruan 2020 akan menjadi perang bintang.
Ada bintang incumbent yakni Raharto Teno Prasetyo berpasangan dengan Hasjim Asjari.
Pasangan ini diusung tiga partai yakni PDIP, NasDem dan Hanura.
Ada juga bintang dari PKB jika memang benar - benar jadi mengusung Gus Ipul dalam Pilwali Pasuruan 2020.
Gus Ipul adalah figur yang sudah sangat terkenal. Dia pernah menjabat sebagai menteri, dan Wakil Gubernur Jatim selama dua periode.
Dan jika memungkinkan, Koalisi 9 bintang akan mengusung bintang musisi Indonesia, Ahmad Dhani.
"Kalau di poros kanan dan kiri sudah ada bintangnya, kami juga di poros tengah menghadirkan bintang Dewa 19," sambung Zubaidi.
Namun, Dhani sempat mendekam di sel tahanan atas kasus ujaran kebencian dan kasus pencemaran nama baik.
Lantas apakah Ahmad Dhani bisa mencalonkan diri dalam Pilwali Pasuruan 2020 ?
Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Dianasari menyebut pada prinsipnya pendaftaran calon dibuka untuk seluruhnya. Dikatakan dia, tidak ada diskriminasi atau pengecualian.
"Akan tetapi, perlu diingat, setelah pendaftaran kami punya kewajiban verifikasi dan klarifikasi," kata dia saat dihubungi melalui selulernya.
Sekadar diketahui, dalam PKPU No 1 Tahun 2020 tentang pencalonan pilgub dan wagub, pilbup dan pilwabup, dan atau pilwali dan pilwawali, khususnya pasal 4.
Pasal itu berbunyi tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh
kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
"Intinya, kami akan verifikasi. Kami akan melihat musisi Ahmad Dhani kemarin tersandung kasus apa, dia diancam berapa tahun tuntutannya. Kalau dibawah lima tahun maka setelah selesai menjalani pidana wajib mengumumkan," pungkasnya.

Gus Ipul Temui Pengurus PKB
Sementara itu, Jumat (14/8/2020) malam, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan tabbayun ke sejumlah pengurus DPC PKB Kota Pasuruan, untuk menghadapi Pilwali Pasuruan 2020.
Pertemuan ini seolah membuat gambaran bahwa tidak terjadi apa - apa, di internal PKB Kota Pasuruan, menjelang pendaftaran calon.
Bahkan, dalam foto yang beredar, terlihat Gus Ipul terlihat rukun dan mesra dengan sejumlah pengurus DPC PKB Kota Pasuruan.
Dikonfirmasi hal itu, Gus Ipul membenarkan pertemuannya dengan pengurus DPC PKB Kota Pasuruan tersebut.
"Iya barusan," kata Gus Ipul saat dihubungi melalui selulernya.
Dia menjelaskan, ini hanya sebatas tabbayun ke pengurus DPC PKB Kota Pasuruan.
"Ya intinya silaturahmi saja , dan tidak terjadi apa - apa di kami. Kami baik - baik saja," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Teno Siap Lawan Gus Ipul
Disisi lain pasangan Raharto Teno Prasetyo - Mochammad Hasjim Asjari menyatakan tak gentar menghadapi Pilkada Kota Pasuruan 2020.
Pasangan calon yang diusung koalisi tiga partai ini menegaskan siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk berhadapan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Gus Ipul merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode.
"Karena diniati maju, kami siap tarung. Sesuai dengan jargon kami, 'Tegas', Teno Gandeng Hasjim," kata Teno ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (13/8/2020).
Munculnya nama Gus Ipul dalam bursa pencalonan Pilkada Kota Pasuruan merupakan bagian dari dinamika politik.
"Politik pasti dinamis," kata pria yang juga Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan ini.
Menurutnya, Gus Ipul sama seperti figur bakal calon lainnya, termasuk dirinya.
"Kami menyambut baik sebab kita sama-sama punya niat membangun Pasuruan," katanya.
Dengan adanya figur Gus Ipul, maka akan menambah alternatif figur calon pemimpin.
"Nanti warga yang akan menentukan. Apakah kami yang dipilih kembali untuk melanjutkan kepemimpinan? Atau siapapun nanti," kata pria yang kini menjabat Wali Kota Pasuruan ini.
Teno mengenal dekat Gus Ipul. Apalagi, partai yang menaunginya tersebut juga pernah menjadi pengusung Gus Ipul di Pemilihan Gubernur 2018 lalu.
PDI-P bersama PKB, Gerindra, dan PKS menjadi koalisi pengusung Gus Ipul yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, kader PDI-P.
"Kami berteman baik dengan Gus Ipul. Kami tak ada kontra produktif dengan beliau," katanya.
Apalagi, Pillkada menjadi pesta demokrasi yang biasa dilakukan dalam regenerasi pimpinan lima tahunan.
"Pilkada, momentumnya hanya sehari. Setelah itu, kita satu di bawah bendera yang menyatukan. Niatnya satu, untuk warga Pasuruan," pungkasnya. (Galih Lintartika dan Bobby Koloway)