Virus Corona di Kediri
Ponpes Lirboyo Kota Kediri Launching Buku Fikih Kebangsaan Jilid 3 Secara Virtual
Tim bahtsul masail Himasal Ponpes Lirboyo Kota Kediri melaunching Buku Fikih Kebangsaan jilid 3. Launching dilakukan secara virtual di Ponpes Lirboyo
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tim bahtsul masail Himasal Ponpes Lirboyo Kota Kediri melaunching Buku Fikih Kebangsaan jilid 3. Launching dilakukan secara virtual dari Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Senin (17/8/2020).
Kegiatan launching virtual ini juga menampilkan narasumber pembanding, di antaranya, Menkopolhukam Prof Dr H Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, KH Ahmad Musthofa Bisri, Muhtasyar PB NU dan Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin Rembang serta Prof H Nadirsyah Hosen, dosen Monash University Australia.
Kegiatan ini dihadiri KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Ponpes Lirboyo. Acara launching dipandu host KH Abdul Muid Shohib menghadirkan tim penyusun buku KH Azizi Hasbullah dan H Abdurrahman Kafabihi, Ketua Umum Lajnah Bahtsul Masail Ponpes Lirboyo.
Buku Fikih Kebangsaan jilid 3 ini membahas Jihad dan Kewarganegaraan Non Muslim Dalam Negara Bangsa. Sebelumnya telah diperkenalkan dua buku serial Fikih Kebangsaan jilid 1 membahas Pentingnya Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan dan jilid 2 membahas Menebar Kerahmatan Islam.
• Khofifah Beri Hadiah 200 Motor Bagi Polres dan Kodim yang Berhasil Jadikan Wilayahnya Zona Kuning
• Potret Keluarga Besar Nella Kharisma yang Jarang Terekspos, Sosok Ibu dan Ayahnya Curi Perhatian
• Aurel dan Ashanty Disebut Anang Rela Permalukan Diri Sendiri Ikut Lomba 17-an Demi Hadiah iPhone
Buku yang diterbitkan Lirboyo Press ini juga ada kata pengantar dari KH Maimun Zubair.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam penyampaian pembandingnya menyebutkan buku Fikih Kebangsaan bakal menjadi pegangan bagi aparat serta menjadi pencerahan bagi semua pihak.
"Bahwa keberagaman suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia, kita hidup bersama baik yang muslim maupun non muslim," ungkapnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyampaikan menjadi warning atau peringatan bagi kita mulai menculnya paham takfiri, paham yang mengkafirkan segala sesuatu yang bukan berasal dari Allah.
Paham itu yang melatarbelakangi kasus ledakan bom saat sholat Jumat di Polres Cirebon. Begitu pelakunya ditangkap alasan meledakkan bom di masjid karena tempat berkumpulnya Islam kafir.
Tito berharap dari buku Fikih Kebangsaan akan banyak pencerahan kepada semua pihak.
"Kami mohon selain hard copy juga ada soft copy yang bisa dishare untuk disampaikan kepada publik sehingga ada penyeimbang pemahaman tidak hanya satu jalur dari kelompok takfiri," jelasnya kepada TribunJatim.com.
Mendagri Tito Karnavian juga menyampaikan, pada masa Pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini juga perlu jihad atau fardu ain dalam konteks penerapan protokol kesehatan agar setiap masyarakat menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer serta menjaga jarak.
Sementara Tim Penyusun H Abdurrahman Kafabihi menjelaskan, buku Fikih Kebangsaan jilid 3 membahas keterangan penting yang berkaitan dengan prinsip-prinsip Islam.
Zaman sekarang jihad yang mestinya dipahami dengan benar seringkali disalahartikan dan alat propaganda oleh sekelompok orang.
Akibatnya, hubungan sesama anak bangsa dan non muslim menjadi semakin tidak harmonis.
"Buku ini hadir untuk itu dan menjelaskan arti jihad yang sesungguhnya dan makna jihad yang sesuai dengan semangat nasionalisme," jelasnya.
• Palang Pintu Terbuka Saat Kijang Dihantam Kereta di Taman Sidoarjo, 4 Penumpang Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-kediri-peluncurna-buku-fikih-di-ponpes-lirboyo-kota-kediri.jpg)