Hingga Agustus, Kebakaran Lahan di Jatim Capai 300 Hektar Lahan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur berupaya menekan angka kebakaran.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA
Lereng Gunung Ringgit mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (11/10/2019). 

 
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur berupaya menekan angka kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Subhan Wahyudiono menjelaskan,  hingga pertengahan Agustus tahun ini sudah 300 lebih hektar lahan terbakar di wilayahnya.

Jumlah tersebut jauh di bawah jumlah tahun lalu, yang mencapai 23 ribu hektar lahan terbakar selama 2019. Jumlah tersebut merupakan bagian dari lahan Perhutani di Jatim yang mencapai 1,3 juta hektar.

Titik api kebakaran hutan dan lahan terpantau di beberapa daerah seperti Nganjuk dan Banyuwangi.

"Semoga jumlah (kebakaran) tahun ini menurun. Sampai hari sudah 300 hektare yang terbakar," kata Subhan ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (19/8/2020).

Pihaknya mengakui, jumlah kebakaran hutan dan lahan di 2019 cukup tinggi. Titik api tersebar hampir merata di sejumlah daerah di Jatim.

Evi Masamba Ungkap Rumah Keluarga di Kampung Halamannya Rata dengan Tanah, Jualan di Pinggir Jalan

Ini Penyebab Kelangkaan Pupuk Subsidi di Mojokerto

Jadwal Siaran Langsung Semifinal Liga Champions: Lyon vs Bayern Muenchen, Live di SCTV Malam Ini

Bahkan, tujuh gunung nyaris terbakar bersamaan, dengan ketinggian 1000-1500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Hal ini menyebabkan sulitnya pemadaman.

"Saat itu, pemadaman secara manual tidak mungkin kita berangkat ke ketinggian itu. Butuh waktu 6-8 jam perjalanan. Semoga tahun ini ya ada kebakaran, tapi letaknya tidak berada di ketinggian," tegas kepada TribunJatim.com.

Saat ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Jatim, Jatim sudah memasuki puncak musim kemarau. Meski demikian, Suban memastikan jajarannya tetap waspada.

Menurutnya, bencana tidak bisa diprediksi dan bisa kapanpun terjadi.

"Kita tidak tahu kapan dan dimana bencana terjadi. Tapi bencana punya siklus. Di antaranya, seperti banjir di Gresik," terangnya.

BPBD Jatim sudah menyiapkan peralatan menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari mobil tanki air hingga sepeda motor telah disiagakan.

Hal ini untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah dataran rendah yang mudah terjangkau.

"Namun, untuk ketinggian di atas 1000-1500 di tebing dengan kemiringan 60 derajat susah dijangkau. Sehingga, kami menggunakan helikopter dari TNI," tandasnya. (bob/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved