Rekomendasi KNKT Soal Jalur Penyelamat di Gumitir-Sempolan, Efek Banyak Kecelakaan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan adanya jalur penyelamat atau jalur pemaaf (forgiving road) di jalur menurun
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT merekomendasikan adanya jalur penyelamat atau jalur pemaaf (forgiving road) di jalur menurun sepanjang Gumitir - Desa Sempolan, Jember.
Sebab di jalur nasional penghubung Jawa - Bali / Jember - Banyuwangi itu rawan terjadi kecelakaan akibat rem blong.
Jalur penyelamat itu dibutuhkan di jalur menurun.
Di Indonesia, di tempatnya di sisi kiri jalur mengemudi.
Menurut Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan, sangat penting jalur tersebut memiliki jalur penyelamat.
"Karena kejadian seperti pekan lalu, kecelakaan akibat rem blong, itu berpotensi terjadi di jalur tersebut. Apalagi juga beberapa kasus telah terjadi. Sehingga jalur pemaaf atau forgiving road, atau disebut juga jalur penyelamat itu penting dibangun di situ," ujar Wildan kepada TribunJatim.com.
Wildan yang melihat rute tersebut menyebut jalur menurun sepanjang antara 10 - 15 Km.
Untuk rute sepanjang itu idealnya membutuhkan empat - lima titik jalur penyelamat.
"Tapi membangun jalur penyelamat itu saya akui mahal, dua titik dulu cukup di situ. Itu tugasnya Kementerian PUPR," lanjutnya kepada TribunJatim.com.
Karenanya, pihaknya nanti akan mengirimkan rekomendasi resmi hasil investigasi terhadap kasus kecelakaan di Sempolan kepada sejumlah pihak, salah satunya ke Kementerian PUPR.
Selain keberadaan jalur penyelamat, Wildan menegaskan pentingnya jalur itu memenuhi kriteria lain jalan berkeselamatan, seperti jelasnya rambu-rambu lalu lintas.
Kejelasan rambu lalu lintas, akan membantu pengemudi kondisi jalur yang akan mereka tempuh.
Jalur penyelamat merupakan sebuah jalur buntu yang dibangun di sisi jalur menurun, berbahan material tertentu (disarankan bebatuan kecil), untuk menghentikan laju kendaraan yang mengalami rem blong. Pengemudi bisa mengarahkan kendaraan di jalur tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakaan dengan pengendara lain.
Seperti diberitakan, Kamis (13/8/2020) pekan lalu terjadi kecelakaan beruntun di jalur menurun Desa Sempolan Kecamatan Silo. Kecelakaan disebabkan sebuah truk Fuso mengalami rem blong. Kecelakaan itu menewaskan lima orang. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/senior-investigator-knkt-ahmad-wildan-profil.jpg)