Harga BBM Naik
Nelayan Puger Protes Kesulitan Solar Subsidi, Pemkab Jember Didesak Permudah Keluarkan Rekomendasi
Sudah dua bulan terakhir, nelayan di Kabupaten Jember kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Nelayan di Kabupaten Jember mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar.
- Pemerintah Kabupaten didesak DPRD Jember memfasilitasi pelayanan pengurusan dokumen persyaratan mendapatkan rekomendasi solar bersubsidi untuk nelayan.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember didesak memfasilitasi pelayanan pengurusan dokumen persyaratan mendapatkan rekomendasi solar bersubsidi untuk nelayan.
Hal iu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto.
Baca juga: KAI Daop 8 Perkuat Pengamanan Aset & Pendampingan Hukum, Gandeng Kejari Bojonegoro
Candra menyebut, sudah dua bulan terakhir, nelayan di Kabupaten Jember kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar untuk perahu mereka.
Sebagai informasi, sentra nelayan dan produksi perikanan tangkap Jember ada di Kecamatan Puger.
Setidaknya ada 5.000 perahu kecil (kurang dari 5 GT), dan 500-an perahu besar (di atas 5 GT), dengan volume produksi perikanan tangkapnya mencapai kisaran 6.000 ton per tahun yang nilainya berkisar Rp 16 miliar.
Nelayan sulit mencari BBM
Dari pengamatan TribunJatim.com, setidaknya sudah ada dua aksi nelayan berkaitan dengan sulitnya rekomendasi pembelian solar bersubsidi.
Aksi pertama, berupa teaterikal di kawasan TPI Puger yang dilakukan akhir Mei lalu.
Sejumlah nelayan membawa tetabuhan menuntut kemudahan akses mendapatkan solar.
"Solar-solar. Nelayan Puger butuh solar," teriak nelayan itu sambil membunyikan tetabuhan.
Mereka juga membentangkan poster, yang antara lain bertuliskan 'Keluarkan rekomendasi atau nelayan turun aksi'.
Rekomendasi yang dimaksud nelayan adalah rekomendasi untuk pembelian BBM.
Selain aksi di TPI Puger, sejumlah nelayan juga mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Jumat (29/5/2026).
Sama seperti yang disuarakan dalam aksi di TPI Puger, nelayan yang mengadu ke Gedung Dewan juga meminta kemudahan dalam mendapatkan surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi.
"Untuk mendapatkan rekomendasi solar bersubsidi ini sulit sekali. Kami pada prinsipnya akan ikut semua prosedur, tetapi tolong dipermudah. Kalau kami tidak mendapatkan solar, Maka kami kelaparan karena tidak bekerja," ujar Ketua Kelompok Nelayan Mutiara Laut Selatan, Mohamad Rian Hafiq Yuki.
Kabupaten Jember
Candra Ary Fianto
Kecamatan Puger
Kelompok Nelayan Mutiara Laut Selatan
Mohamad Rian Hafiq Yuki
berita Jember terbaru
berita Jember hari ini
| Daftar Harga BBM 10 Mei 2026 di SPBU Pertamina Se-Indonesia, Pengguna Pertalte Masih Bisa Napas Lega |
|
|---|
| Harga Bahan Bakar Melonjak, Anggaran BBM DLH Kota Malang Terancam Habis pada September 2026 |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Hari Ini 7 Mei 2026 di SPBU Pertamina Se-Indonesia, Dexlite Tembus Rp 27 Ribu |
|
|---|
| Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi Belum Dirasakan, Nelayan Gresik Berharap Distribusi Tidak Tersendat |
|
|---|
| Kelangkaan Solar dan Masalah Barcode Hantui Sopir Truk Sidoarjo, Biaya Logistik Terancam Membengkak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/protes-nelayan-Puger-kesulitan-mendapat-akses-pembelian-solar-bersubsidi-untuk-melaut.jpg)