Breaking News:

Pilkada Blitar

2 Bakal Paslon Independen Tak Bisa Daftar Pilkada Blitar 2020, KPU: Syarat Minimal Dukungan Kurang

Lisminingsih-Teteng Rukmocondrono dan Purnawan Buchori-Indri Kuswati tidak bisa mendaftar Pilkada Blitar 2020. Begini kata Ketua KPU Kota Blitar.

SURYA/SAMSUL HADI
Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam menyerahkan berita acara rapat pleno ke pasangan Lisminingsih-Teteng, Kamis (20/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dua bakal pasangan calon perseorangan atau independen dipastikan tidak bisa mendaftar Pilkada Blitar 2020.

Sebab, keduanya tidak memenuhi syarat minimal dukungan untuk mendaftar di Pilkada Blitar.

Kedua bakal pasangan calon perseorangan tersebut, ialah Lisminingsih-Teteng Rukmocondrono dan Purnawan Buchori-Indri Kuswati.

Profil-Biodata Siti Fauziah Saekhoni, Pemeran Bu Tejo Biang Gosip di Film Tilik, Trending Twitter

Libur Long Weekend saat Pandemi Corona, WBL Lamongan Siapkan Cuci Tangan Hingga Klinik Kesehatan

Keduanya tetap tidak bisa memenuhi syarat minimal dukungan di masa perbaikan data dukungan.

"Hasil akhirnya, kedua bakal pasangan calon perseorangan tidak memenuhi syarat mendaftar di Pilkada Blitar 2020," kata Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam, usai rapat pleno hasil rekapitulasi verifikasi faktual dukungan perbaikan calon perseorangan, Kamis (20/8/2020).

Umam mengatakan, sesuai aturan, syarat minimal dukungan yang harus dikumpulkan bakal calon perseorangan untuk bisa mendaftar di Pilkada Blitar 2020, yaitu 11.355 dukungan.

Tapi, hingga akhir masa verifikasi faktual perbaikan data dukungan, pasangan Lisminingsih-Teteng hanya mengumpulkan 10.018 dukungan dan pasangan Purnawan-Indri mengumpulkan 9.912 dukungan.

Jualan Plus Siapkan Tempat Buat Konsumen Nyabu, Gini Ending Pengedar Sabu Asal Setro Surabaya

Di Liga 1, Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono akan Bawa Filosofi Menyerang

"Syarat minimal dukungan yang harus dikumpulkan 11.355 dukungan. Pasangan Lisminingsih-Teteng kurang 1.337 dukungan, sedang pasangan Purnawan-Indri kurang 1.443 dukungan," ujar Umam.

Dikatakannya, dalam rapat pleno hasil rekapitulasi verifikasi faktual perbaikan memang ada keberatan dari tim sukses pasangan Lisminingsih-Tetetng. Tetapi, keberatan itu hanya berupa pendapat tanpa ada bukti-bukti data.

"Kami sudah memprediksi soal itu, karena saat rekap di tingkat kecamatan sudah ada opini seperti itu yang dikembangkan bakal pasangan calon. Saat rapat pleno, semua tuduhan yang didalilkan bakal pasangan calon sudah kami buktikan dan itu tidak benar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved