Virus Corona di Trenggalek
Ketatkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata, Disparbud Trenggalek Turunkan Tim Pengawas
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Jawa timur menerjunkan tim pengawas di tempat-tempat wisata
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Jawa timur menerjunkan tim pengawas di tempat-tempat wisata yang telah buka saat akhir pekan dan libur panjang.
Tim tersebut bertugas untuk memantau dan memastikan petugas tempat wisata dan para wisatawan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Disparbud Kabupaten Trenggalek Sunyoto mengatakan, tim yang terjun terdiri dari dua orang di tiap lokasi wisata.
Hingga saat ini, ada 13 tempat wisata yang telah dibuka di Kabupaten Trenggalek. Empat di antaranya merupakan wisata pantai, baik yang dikelola Pemerintah maupun Pokdarwis.
"Pada prinsipnya, kami sudah seoptimal mungkin dalam menjaga terlaksananya protokol kesehatan. Sebab kadang wisatawan yang masuk ke destinasi lupa dalam menjaga jarak, melepas masker, dan sejenisnya. Jadi tugas kami untuk mengantisipasi itu," kata Sunyoto kepada TribunJatim.com, Kamis (20/8/2020).
Pengawasan di akhir pekan dan libur panjang, kata dia, perlu dilakukan karena tingginya jumlah wisatawan di saat seperti itu.
Sunyoto bilang, jumlah pewisata di waktu itu melonjak tinggi.
Ia mencontohkan, di wahana wisata yang dikelola pemkab saja, jumlah wisatawan dalam per hari di akhir pekan dan libur panjang mencapai 1.500-an orang.
Itu belum termasuk jumlah wisatawan di area wisata yang dikelola desa atau swasta.
"Jadi perlu ada pengetatan-pengetatan untuk protokol kesehatan. Sementara di hari biasa, jumlah wisatawan paling banyak hanya 100 orang," ucapnya kepada TribunJatim.com.
• Miliki Postur Ideal, Pelatih Madura United Berharap Skill Pemain Asing Barunya Mumpuni
• 5 Keistimewaan Muharram 1442 H, Bulan yang Dimuliakan Allah, Dianjurkan Perbanyak Puasa dan Sedekah
• Viral Video Diduga Adhisty Zara dan Kekasih, ini Sederet Faktanya, Sang Ibunda: Stop Judging, Please
Hingga saat ini, Pemkab Trenggalek masih menerapkan aturan yang sama dalam pembukaan tempat wisata.
Wisatawan dibuka hanya untuk wisatawan lokal asal Kabupaten Trenggalek. Meski demikian, Nyoto mengakui masih ada wisatawan dari luar kota yang nekad masuk ke wahana di wilayah Jawa Selatan itu.
"Sampai akhir bulan ini sampai awal September, masih lokal. Nanti kami evaluasi. Kalau memang bisa dibuka untuk wisatawan luar, akan kami mulai pada pertengahan September mendatang," ucap Sunyoto.
Para wisatawan yang datang ke tempat wisata pun mengapresiasi pengetatan protokol kesehatan yang dilakukan.
Mereka berharap, pengetatan itu bisa meminimalisir risiko penularan dan penyebaran virus SARS-CoV-2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/buka-destinasi.jpg)