Kampung Warna Warni Jodipan di Malang Dibuka Kembali Mulai 4 September, Terapkan Protokol Kesehatan

Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ) Malang rencananya akan dibuka kembali pada tanggal 4 September 2020 mendatang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Pipin Tri Anjani
Surya/Rifky Edgar
Suasana dalam Kampung Warna Warni Jodipan saat ditutup dalam masa pandemi Covid-19, Sabtu (22/8). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ) Malang rencananya akan dibuka kembali pada tanggal 4 September 2020 mendatang.

Pembukaan kampung yang terletak di jantung Kota Malang itu juga bertepatan dengan HUT KWJ yang ke-4 tahun.

Ketua RW 02 Kelurahan Jodipan, Soni Parin menyampaikan, bahwa pihaknya kini sedang melakukan berbagai macam persiapan.

Salah satunya ialah melakukan perbaikan kampung, seperti mengecat ulang tembok, jalan kampung dan memperbaiki sejumlah asesoris yang ada di dalam kampung.

Ketemu Sudah Pemilik Mobil Kijang Biru Penghalang Ambulans Bawa Pasien Kritis, Fakta Beda Didapat

VIRAL Saputri dan Yan Vellia Makan Bareng, Foto 2 Istri Didi Kempot Adem, Istri Muda Curhat: Indah

"Ya ini masih dalam perbaikan. Agar wisatawan yang datang nanti bisa senang dan menikmati liburannya di sini," ucapnya, Sabtu (22/8).

Selain itu, persiapan lain yang kini sedang dilakukan ialah dengan mempersiapkan dan menyediakan alat penunjang protokol kesehatan.

Seperti memperbanyak tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan thermogun bagi wisatawan yang berkunjung ke KWJ.

Parin mengatakan, hal tersebut dilakukan agar nantinya tidak ada penularan Covid-19 di Kampung Warna Warni Jodipan.

Perjuangan Dinda Beli Obat Sang Ibu, Sehari Kuat Layani 8 Tamu Seusia Sang Ayah: Sakit Mah Tetep

"Sebenarnya masih ada kekhawatiran di kami. Karena di sini kampung, warga di sini juga takut apabila nanti ada pengunjung yang membawa virus. Jadi di samping pembenahan, kami juga mempersiapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Selain itu, dalam pembukaan nanti, kata Parin, pihaknya tidak akan melakukan perayaan yang sifatnya ramai-ramai.

Hal ini dilakukan, karena masih dalam pandemi Covid-19, dan juga mematuhi anjuran yang telah diterbitkan oleh pemerintah.

"Mungkin tidak ramai-ramai. Paling syukuran ketika malam harinya. Baru keesokan harinya buka. Misalkan tidak ada pandemi Covid-19 ya mungkin kami akan buat panggung besar," tandasnya. (SURYA/ Rifky Edgar)

Editor: Pipin Tri Anjani

4 Penyebab Diet Rendah Karbohirat Gagal Turunkan Berat Badan, Termasuk Asupan Natrium Kurang

Polresta Malang Kota Akan Laksanakan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020 Selama 12 Hari

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved