Breaking News:

Lestarikan Permainan Tradisional, Warga Gresik Adakan Lomba Layang-layang Meriahkan HUT ke-75 RI

Warga Dusun Tlapak Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo, Gresik mengadakan lomba layang-layang, Minggu (23/8/2020).

Istimewa/TibunJatim.com
Lomba layang-layang yang diadakan mayarakat Dusun Tlapak Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo, Minggu (23/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Dusun Tlapak Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo, Gresik mengadakan lomba layang-layang, Minggu (23/8/2020).

Lomba tersebut untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan mengenang permainan tradisional agar tidak punah.

Ketua Pelaksana lomba layang-layang, Dyan Condro (31), mengatakan, lomba ini untuk meningkatkan kekompakan masyarakat dan pemuda di saat HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Selain itu, ada lomba layang-layang juga untuk mengenang permainan tradisional yang mulai punah tergerus perkembangan jaman.

Bocor Awal Pernikahan Rizki DA-Nadya Tidak Cinta, Terkuak Ucapan Ayah: Hubungan Sebatas Komitmen

Ketemu Sudah Pemilik Mobil Kijang Biru Penghalang Ambulans Bawa Pasien Kritis, Fakta Beda Didapat

"Masuknya budaya asing dan perkembangan revolusi industry 4.0 banyak merubah tatanan budaya dan tradisi di daerah. Seperti permainan layang-layang juga bergeser akibat berkurangnya lahan di perkotaan untuk perumahan dan industri," kata Dyan Condro.

Menurut Dyan, dulu ada berbagai macam jenis permainan tradisi yang banyak dikenal hingga tahun 1990.

Mulai permainan obak sodor, patok lele, petak umpet, gundu, congkak, egrang, lompat tali, engklek, adu doro, adu jangkrik, layang-layang sowangan dan masih banyak lagi permainan yang tersebar diseluruh nusantara.

"Banyak makna filosofi kehidupan berharga yang bisa kita ambil dari proses bermain layang-layang. Diantaranya, semakin tinggi layang-layang maka semakin kencang angina menerpa. Seperti halnya semakin tinggi pohon maka semakin banyak angin yang menerpa. Kita diingatkan bahwa harus selalu siap dengan tantangan yang menerpa ketika kualitas hidup kita semakin tinggi," imbuhnya.

VIRAL Alasan Cerai Istri Bosan Suami Terlalu Baik, Gugatan Tak Terkabul, Lihat Ending: Tercekik

Lomba layang-layang tersebut, sangat diminati masyarakat. Sedikitnya ada 120 peserta dengan berbagai bentuk layang-layang yang dilengkapi lampu hias. Mereka menghiasi ladang jagung warga dusun Telapak RT1/ RW1, Desa Randegansari Kecamatan Driyerejo.

"Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi antara masyarakat dusun dengan kelompok seniman @waftlap Surabaya. Sehingga, layang-layang kelihatan menyala saat di udara," katanya.

Dari kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap permainan tradisional layang-layang, mengenalkan pentingnya budaya daerah untuk identitas suatu wilayah, media hiburan masyarakat agar tidak berlarut-larut atas persebaran Covid-19 yang menjadi bencana diseluh dunia dan sebagai desa percontohan dalam pengembangan pariwisata daerah.

"Kegiatan ini juga untuk mewadahi sumber daya masyarakat yang kriatif, sehingga generasi muda dan masuarakat tetap berkarya walaupun di daerah dalam keadaan pandemi Covid-19," imbuhnya. (SURYA/Sugiyono).

Editor: Pipin Tri Anjani

VIRAL Saputri dan Yan Vellia Makan Bareng, Foto 2 Istri Didi Kempot Adem, Istri Muda Curhat: Indah

Perjuangan Dinda Beli Obat Sang Ibu, Sehari Kuat Layani 8 Tamu Seusia Sang Ayah: Sakit Mah Tetep

Penulis: Sugiyono
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved