Breaking News:

Pemkab Gresik Siapkan Rp 1,5 Miliar untuk Tanggul Jebol Sungai Kali Lamong di Desa Jono

anggul jebol di Desa Jono, Kecamatan Cerme mendapat perhatian Pemkab Gresik. Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar digelontor untuk membangun tanggul jebol

Willy Abraham/Tribunjatim
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (tengah) saat groundbreaking pengendalian banjir kali lamong di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Selasa (25/8/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tanggul jebol di Desa Jono, Kecamatan Cerme mendapat perhatian Pemkab Gresik. Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar digelontor untuk membangun tanggul yang jebol itu sepanjang 100 meter.

Jebolnya tanggul di Desa Jono menyebabkan banjir yang merendam setiap tahunnya kian meluas. Karena tanggul yang selama ini hanya terbuat dari tanah tidak mampu menampung debit air sungai kali lamong.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang diwakili Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Isgiyanto mengaku pada tahun ini pembangunan tanggul dilakukan di Desa Jono, Kecamatan Cerme.

Pihaknya mendapat informasi, bahwa pada tahun 2019, banjir meluas, merendam sejumlah desa. Selain desa Jono banjir juga merendam desa Tambakberas, desa Pandu selama berhari-hari.

"Tanggul jebol memberikan dampak cukup besar dan merugikan petani. Karena tanggul desa dari tanah, kami bangun tanggul parapet," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (25/8/2020).

28-30 September KBD Tulungagung Gelar SKB CPNS, Ada Ruangan Khusus Bagi Peserta Bersuhu Tinggi

Akhirnya Ketahuan Penyakit Sebenarnya Ustaz Yusuf Mansur, Anak Kuak Gaya Hidup Ayah: Muncul Lagi

Usai 5 Bulan Jadi Tahanan Penjara di Paraguay, Ronaldinho Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengucapkan terimakasih kepada BBWS. Pada hari ini langsung dimulai pembangunan tanggul di desa Jono.

Menurutnya, ini adalah bentuk perhatian kepada masyarakat Jono Cerme Gresik dengan membangun tanggul.

“Semoga bantuan pembangunan tanggul ini dapat memberikan manfaat mengurangi bencana banjir di desa ini. Kami kira ini hanya sebagai bantuan pemanasan awal yang nantinya akan di ikuti dengan bantuan pembangunan yang lebih besar," terangnya kepada TribunJatim.com.

Keberadaan Desa Jono Cerme Gresik ini memang memang desa yang rawan banjir akibat luapan kali lamong. Menurut Sambari, pada tahun lalu desa Jono ini termasuk salah satu desa yang mengalami kebanjiran akibat jebolnya tanggul kali lamong.

Terkait program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir, Sambari menyatakan bahwa sampai saat ini pemkab Gresik telah menyelesaikan study Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) tahap I. Dia berharap sampai akhir 2020 ini, study larap telah selesai.

Diketahui, acara groundbeaking pengendalian banjir Kali Lamong dihadiri jajaran para anggota Forkopimda Gresik, Dyah Wahyu Irmawati Ketua Bakorwil II Bojonegoro, Isdianto Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) serta sejumlah Muspika Cerme dan kepala desa. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved