Breaking News:

Bakal Tunjuk PJS 9 Daerah, Gubernur Jatim Sebut Ada Kepala Daerah yang Gunakan Bansos untuk Kampanye

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan akan segera menunjuk 9 pejabat sementara (PJS) kepala daerah di Jawa Timur.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menjadi narasumber dalam Webinar Strategi Kampanye Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19 via Zoom dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (28/8/2020). 

“Itu juga sudah terkonfirmasi ke saya. Maka saya meminta pada Bawaslu juga untuk menjadikan ini sebagai catatan bersama,” tegas Khofifah.

Tak Diusung Partainya Sendiri, Begini Reaksi Bakal Calon Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Sudah Raih 15 Kursi, Lindra-Riyadi Masih Buka Komunikasi dengan Partai Lain untuk Pilkada Tuban 2020

Lebih lanjut wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini menyebutkan bahwa di Jawa Timur total terdiri atas 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan, dan 8.497 desa/kelurahan.

Total jumlah pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 nanti akan berjumlah 19,9 juta orang penduduk.

Lantaran saat ini masih dalam situasi pandemi virus Corona ( Covid-19 ), ia mewanti-wanti betul agar pelaksanaan pesta demokrasi ini dikawal dengan basis protokol kesehatan.

Dalam kampanye pun harus melihat peta risiko penularan Covid-19 yang dinamis.

Hari ini zona merah ada di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Sidoarjo, namun belum tentu pekan depan peta ini akan sama.

Hoax Akun Facebook yang Mengatasnamakan Wali Kota Sutiaji, Kabag Humas Pemkot Malang: Modus Klasik

Calon Petahana Sanusi Yakin Golkar akan Merapat ke Koalisi Malang Makmur, Klaim Sudah 90 Persen

Oleh sebab itu, kata Khofifah, seluruh pihak harus sama-sama waspada, bahwa kampanye di masa Covid-19 harus menjaga masyarakat maupun penyelenggara tetap menerapkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M)

“Kemarin dalam rakor bersama bapak Menkopolhukam, ketua KPU RI telah menyampaikan bahwa tata cara pencoblosan akan ketat mengadaptasi protokol kesehatan. Bahkan nanti saat sudah menyalurkan hak pilih, tidak ada mencelupkan jari ke dalam tinta, melainkan nanti ditetesi tinta,” ucap Khofifah.

Namun yang nanti harus dicermati betul adalah proses kampanye. Dalam arahan ketua KPU RI disebutkan bahwa kampanye diarahkan maksimal menggunakan media online.

Pulihkan Ekonomi Terpuruk Imbas Covid-19, PKK Trenggalek Siapkan Brosur Elektronik Buat UMKM

Risma Tak Usulkan Nama untuk Diusung PDIP di Pilkada Surabaya, Tegaskan Kewenangan Mutlak Ketua Umum

Sedangkan kampanye fisik maksimal boleh mendatangkan 20 atau 50 orang bergantung dengan kondisi di daerah tersebut.

“Memperhatikan risiko penularan akan menjadi monitoring penting agar bagaimana kita bisa memastikan bahwa kualitas demokrasi kita terjaga tapi kesehatan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Khofifah.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved