Berjalan Baik, Sensus Penduduk Online di Kota Batu Capai 90 Persen dari Target

Kepala BPS Kota Batu, Parjan mengatakan ada 67 ribu warga Kota Batu yang melakukan sensus penduduk online.

Penulis: Benni Indo | Editor: Pipin Tri Anjani
Instagram @bps.statistics
Login www.sensus.bps.go.id, Sensus Penduduk Online 2020 segera berakhir 29 Mei. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Proses sensus penduduk online di Kota Batu berjalan dengan baik.

Kepala BPS Kota Batu, Parjan mengatakan ada 67 ribu warga Kota Batu yang melakukan sensus penduduk online.

BPS sendiri menargetkan 70 ribu penduduk yang berpartisipasi dalam sensus penduduk online

Dari hasil tersebut, realisasi sensus penduduk online mencapai 90 persen dari target.

Kiwil Dongkol Lihat Anak-anaknya Makan Lesehan, Ancam Meggy Wulandari: Anak Gue Enggak Bakal Kerja

Genitnya Nagita Slavina ke Suaminya Bikin Kaget Artis, Raffi Ahmad: Suka Mancing-mancing

Pada 2019 lalu, populasi penduduk di Kota Batu mencapai 207.490 jiwa.

Parjan memprediksi, sensus tahun ini, terdapat tambahan jumlah penduduk dibandingkan tahun sebelumnya.

Parjan belum bisa menyebutkan jumlah keseluruhan karena proses sensus masih berlangsung.

Pada September mendatang, BPS akan melanjutkan sensus penduduk secara konvensional atau dari rumah ke rumah. Dijadwalkan, tanggal 1-15 September dan petugas yang diterjunkan sebanyak 163 petugas.

Misteri Anak Gadis Putri Diana dari Pangeran Charles, Hidup dengan Identitas Rahasia: Mirip Ibunya

"Ada petugas Taspos, petugas kami yang khusus sensus ke daerah-daerah yang memerlukan izin khusus seperti pondok pesantren, atau daerah militer dan kepolisian," katanya.

Sensus penduduk konvensional ini didorong harus selesai 100 persen selama 15 hari. Setiap petugas lapang akan mencacah 7 sampai 8 RT.

Sebelum terjun ke lapangan, para petugas akan dibekali pelatihan tentang konsep definisi penduduk dan metode pendataan.

Saat pelaksanaan di lapangan, petugas akan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat. Parjan berharap masyarakat dapat membuka diri terkait adanya kegiatan ini. Selain itu, seluruh petugas akan menjalani rapid tes sebelum melaksanakan tugasnya.

VIRAL TERPOPULER: Gugatan RCTI yang Ancam Kebebasan Live di Medsos - Pernikahan Beda Usia 18 Tahun

"Untuk rapid tes kami akan menggandeng Dinkes. Petugas yang boleh bekerja, mereka yang hasilnya non reaktif," ujar Parjan.

Parjan juga mengungkapkan bahwa dia sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta bantuan dari kepala daerah untuk membuatkan surat pemberitahuan kepada tingkat Kecamatan hingga RT/ RW terkait akan adanya kegiatan ini.

"Ya supaya mempermudah akses kami, jadi ketika ada pemberitahuan lebih awal dari Pemkot Batu, masyarakat bisa proaktif," jelasnya. (SURYA/Benni Indo)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved