Breaking News:

Bupati Magetan Segera Buka Kran Premium Subsidi

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan, Jawa Timur mengungkapkan bakal dibukanya kembali penyaluran premium subsidi di seluruh SPBU di Magetan

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Bupati Magetan Suprawoto minta PT Pertamina tidak lagi mengirim BBM jenis Premium ke seluruh SPBU di Magetan, dengan alasan antisipasi pandemi Covid 19. 

 
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan, Jawa Timur mengungkapkan bakal dibukanya kembali penyaluran premium subsidi di seluruh SPBU di Kabupaten Magetan.

Kendati kepastian dibukanya kembali kran premiun subsidi di Kabupaten Magetan itu belum diketahui.

"Kepastian kapan dibolehkannya kembali penyaluran premium subsidi itu belum dikatakan Bapak Bupati. Tapi sudah dikatakan bakal dibuka kembali penyaluran premium subsidi itu," kata Sekda Kabupaten Magetan Hergunadi kepada Surya, Minggu (30/8).

Seperti diketahui, Bupati Magetan Suprawoto melarang Pertamina mengirimkan premium subsidi di seluruh SPBU di Kabupaten Magetan sejak enam bulan lalu, dengan alasan antrian premium subsidi di SPBU menciptakan kerumunan, hingga menimbulkan kerawanan penyebaran Corona Virus disease 2019 atau Covid-19.

Akibatnya, masyarakat ekonomi lemah yang menjadi sasaran bantuan pemerintah pusat dengan premium subsidi itu kelimpungan memcari BBM murah.

Suplai BBM Jenis Premium Dihentikan Bupati, DPRD Magetan Mengaku Tidak Tahu

Pilkada Ponorogo 2020, Begini Pertimbangan PKS Rekom Kepala BPKAD Dampingi Ipong Muchlissoni

Emosi Kades Memuncak karena Kesal Ditanya BLT Terus, Warganya Dibacok 3 Kali, Korban Alami Luka-luka

Pertalite BBM non subsidi yang harganya lebih murah dibandingkan pertamax dan sejenisnya, tidak begitu disukai masyarakat, karena efek kerak pada piston mesin kendaraan.

"Pembukaan kran penyaluran premium subsidi diungkap Bapak Bupati saat rapat dengan Pertamina, SPBE, agen gas dan penyalur gas elpiji subsidi 3 kiloan di ruang Ki Mageti, kemarin. Tapi memang belum ada kepastian kapannya," jelas Sekda Hergunadi.

Sementara Atma Emanuel yang mewakili warga masyarakat di Kabupaten Magetan yang melayangkan surat kepada Bupati Magetan terkait alasan penyetopan penyaluran premium subsidi dengan alasan menciptakan kerumunan, rawan penularan Covid-19, tidak diundang dalam pertemuan itu.

"Bupati Magetan yang ini, sepertinya tidak punya kepedulian terhadap warganya. Surat saya yang menanyakan alasan penyetopan BBM yang menjadi hak rakyat Magetan sebagai perhatian Pemerintah Pusat, tidak pernah dibalas dan ditanggapi," kata Atma Emanuel kepada Surya, Minggu (30/8).

Dikatakan Atma Emanuel, jadi wajar saja kalau Bupati Magetan itu dikatakan masyarakat sebagai pimpinan daerah yang tidak amanah, banyak warga yang kirim surat juga tidak dibalas dan ditanggapi. Padahal surat itu menyangkut hidup dan nasib rakyat.

"Jadi warga Magetan serba kesulitan, premium subsidi tidak ada, elpiji subsidi 3 kiloan juga sulit didapat. Mudah mudahan yang dikatakan Sekda, informasi dari Bupati Suprawoto itu bukan angin surga. Kita tunggu premiun, juga gas elpiji tiga kiloan,"pungkas Atma Emanuel.(Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved