Breaking News:

Pilkada Surabaya

Awasi Pilkada Surabaya 2020, Partai Golkar Wanti-wanti: Bansos Jangan Dipakai Branding Calon!

Awasi Pilkada Surabaya 2020. Partai Golkar antisipasi ditribusi bantuan sosial digunakan untuk branding calon: ini tidak boleh terjadi.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Wakil Sekertaris Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Asrofi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPD Partai Golkar Kota Surabaya mendesak agar tak ada penyalahgunaan bantuan sosial untuk  kepentingan Pilkada Surabaya 2020.

Golkar pun menugaskan ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kota Surabaya, para pegurus partai di tingkat kecamatan hingga kelurahan bersama tokoh masyarakat, mengawasi distribusi bantuan program pemerintah agar tepat sasaran.

"Hasil konsolidasi internal parpol, PK (Pimpinan Kecamatan) ditugasi awasi distribusi bantuan pemerintah. Ada potensi bantuan itu digunakan untuk branding calon. Ini tidak boleh terjadi," kata Wakil sekretaris bidang organisasi DPD Partai Golkar Kota Surabaya Asrofi, Senin (7/9/2020).

Jual Beli Pil Ekstasi, 2 Terdakwa Sindikat Jaringan Lapas Porong dan Madiun Dituntut 9 Tahun Penjara

5 Tips Menjaga Kenyamanan Pakai Masker di Tengah Cuaca Panas, Pilih Bahan yang Tepat & Bawa Cadangan

Adapun bantuan pemerintah seperti halnya bantuan sosial (bansos) senilai Rp164 miliar yang seharusnya dibagikan kepada warga terdampak virus Corona ( Covid-19 ), namun dari sejak Februari 2020 tidak kunjung dibagikan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menugaskan kepada seluruh Ketua Pimpinan Kecamatan dan Kelurahan Partai Golkar se-Surabaya bersama organ parpol pengusung pasangan bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Machfud Arifin dan Mujiaman untuk berkampanye secara sehat.

"Ini untuk memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat Surabaya," katanya.

Besok Akan Tiba di Palembang, Beto Pastikan Berkostum Sriwijaya FC di Liga 2: Jemput Saya di Bandara

2 Pria Dianiaya Puluhan Orang Seret Nama Haji Pendi, Mantan Anggota DPRD Gresik Terlibat?

Untuk itu, lanjut dia, Golkar Surabaya berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya bisa menjadi pengawas yang baik dan secara bersama sama parpol mendorong iklim demokrasi yang sehat dengan melakukan pencegahan atas potensi penggunaan APBD Surabaya untuk kepentingan paslon tertentu.

DPD Golkar Surabaya juga meminta kepada Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya bersama fraksi parpol pengusung yang lain mencegah penggunaan anggaran APBD yang bersumber dari pajak dan retribusi digunakan untuk kepentingan kontestasi.

"Kebetulan saat ini sedang dibahas dalam badan anggaran," katanya.

Pilkada Surabaya kali ini diikuti dua pasangan calon yakni Eri Cahyadi dan Armuji yang diusung PDIP dan didukung oleh PSI serta koalisi partai non-parlemen. Sedangkan Machfud dan Mujiaman diusung oleh delapan parpol meliputi PKB, Gerindra, PKS, Golkar, PAN, Demokrat, NasDem dan PPP. 

Penulis: Nuraini Faiq

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved