Breaking News:

Cabuli 6 Siswa SMP, Pria Pedofil Asal Lamongan Divonis Hukuman 12 Tahun Penjara

Pria asal Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan divonis 12 tahun penjara atas kasus pencabulan.

SURYA/Mochamad Sudarsono
Kasus pedofilia, warga Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, saat diungkap Satreskrim Polres Tuban, Kamis (26/3/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - M (40) tak bisa berbuat banyak atas putusan hakim Pengadilan Negeri Tuban.

Sidang kasus pencabulan yang dilakukan secara online, Kamis (10/9/2020), membuat pria asal Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, harus pasrah menerima vonis.

"Sudah vonis, diputus tadi secara online," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono dikonfirmasi. 

Dia menjelaskan, vonis bagi pelaku pedofil yang mencabuli enam pelajar siswa SMP di bawah umur tersebut yaitu 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Irwan Mussry Kerap Susah Diatur, Maia Sebut 1 Sosok yang Mampu: Hanya Dia yang Bisa Atur-atur Bojoku

Terlilit Utang, Pinkan Mambo Punya Rp10 Ribu dari Jual Pisang Goreng, Cuma Bisa Beli Beras dan Sirup

Sedangkan jika denda tidak dibayar, maka diganti kurungan 6 bulan penjara. Sebelumnya, pelaku dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Sudah divonis penjara 12 tahun dan denda, putusan sudah melalui pertimbangan yang matang," pungkas pria yang juga sebagai hakim tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, tersangka telah menipu sebanyak enam korban yang masih berstatus pelajar SMP.

Ketua KPU Gresik Terkonfirmasi Positif Corona, Satgas Covid-19 Tracing Delapan Orang

Enam korbannya yaitu FSA (14) Lamongan, NADGS (13), MSE (15), GAS (13), MJH (12), FASF (14), dari Kabupaten Bojonegoro.

"Korbannya enam, anak di bawah umur. Masih pelajar semua," ujar AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus, Kamis (26/3/2020). 

Mantan Kapolres Madiun itu menjelaskan, pelaku diketahui melakukan aksi bejatnya di sejumlah tempat.

Adapun tempat yang biasa dijadikan lokasi aksi bejat itu di antaranya, kamar kos tersangka di sekitar pos bom Tuban, di atas truk dan tempat ibadah.

Ratusan Gerai Ayam Gepreknya Terkena Dampak PSBB Total, Ruben Onsu Cuma Pasrah: Mungkin Bukan Rezeki

Aksi pelaku terungkap saat para orang tua korban melaporkan anaknya yang tidak pulang ke Polsek Tuban.

Laporan itu kemudian diteruskan ke unit PPA Satreskrim Polres Tuban, hingga berujung pada penangkapan pelaku.

"Dari keterangan yang didapat, pelaku ini pernah jadi korban seksual juga saat kecil. Kurang lebih tiga tahun dialami, sehingga ada rasa dendam. Terdakwa dijerat UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman 15 tahun penjara," beber Ruruh. (SURYA/M Sudarsono)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: M Sudarsono
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved