Breaking News:

Penambahan Lembaga Sekolah untuk Pelaksanaan Uji Coba KBM Tatap Muka di Sampang Berjalan Kondusif

Pelaksanaan penambahan lembaga dinaungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang dalam menjalani uji coba KBM tatap muka berjalan kondusif.

TribunMadura/Hanggara Pratama
Suasana KBM tatap muka di SMP Negeri 2 Sampang, Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (10/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Pelaksanaan penambahan lembaga dinaungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang dalam menjalani uji coba KBM tatap muka terbatas ditengah pandemi Covid-19 berjalan kondusif, Kamis (10/9/2020).

Pantauan TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), protokol kesehatan Covid-19 berjalan ketat pada hari ke dua uji coba KBM tatap muka terbatas di salah satu lembaga sekolah tingkat SMP di wilayah Kecamatan Sampang Madura yakni, SMP Negeri Satu Sampang.

Hal itu dibuktikan dengan ketersediaan fasilitas yang disiapkan oleh pihak sekolah untuk menangkal penyebaran virus Corona seperti tempat cuci tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabunnya.

Irwan Mussry Kerap Susah Diatur, Maia Sebut 1 Sosok yang Mampu: Hanya Dia yang Bisa Atur-atur Bojoku

Nasib Tragis Pria Blitar, Asyik Berswafoto di Tepi Pantai, Hilang Ditelan Ombak, Lihat Nasibnya Kini

Kemudian, menyediakan handsanitiser yang diletakkan di dinding kelas.

Bahkan, pihak sekolah menyiapkan sejumlah petugas di gerbang sekolah untuk mengukur suhu tubuh para siswa saat masuk maupun pulang sekolah.

Sedangkan, dalam proses pembelajaran, bangku siswa diberi jarak sekitar 1-2 meter dan siswa wajib bermasker.

Polisi Ungkap Fakta Terkini Soal Kasus Pelemparan Molotov di 2 Tempat di Trenggalek

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sampang, Teguh Suparyanto mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan KBM ini, pihaknya membagi tugas antara semua guru untuk melancarkan uji coba KBM di sekolahnya.

Bahkan, hingga tiga guru yang diintruksikannya untuk menjaga pintu masuk untuk selalu memeriksa suhu tubuh para siswa menggunakan thermogun.

"Pada malam harinya, sebelum KBM di mulai kami melakukan penyemprotan disinfektan ke setiap ruang kelas," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com).

Selain itu, agar tidak terjadi kerumunan saat berangkat sekolah maupun sepulang sekolah pihaknya, membagi waktu antara kelas VII sampai kelas IX ketika berangkat sekolah dan sepulang sekolah.

Tragedi Maut Perselingkuhan, Janda Tewas saat Berhubungan Badan, Sang Cowok Malah Kabur Lalu ke Laut

"Jadi yang berangkat terlebih dahulu merupakan kelas IX sekitar pukul 06.45 sampai 07.00 WIB, 40 menit kemudian baru kelas VII terus berlanjut ke Kelas VII," terang Teguh Suparyanto.

"Begitupun kami juga membagi secara bergantian untuk waktu pulang sekolah," imbuhnya.

Lebih lanjut, terkait siswa yang masuk dikonsep secara bergantian jadi, misalkan murid dalam satu kelas ada 32 siswa delapan orang mengikuti KBM tatap muka sedangkan, sisanya daring.

"Guru pada saat pelajarannya tentunya mengajar dengan dua konsep pertama daring kedua KBM tatap muka di kelas," pungkasnya.

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved